Selasar Bhaca: Tumbuhkan Cinta Literasi dengan Kegiatan Interaktif di Pemalang

Pemalang. Minggu pagi, 27 Juli 2025, suasana di MI AL Fatah Cikadu, Kabupaten Pemalang tampak berbeda. Halaman sekolah yang biasanya lengang di akhir pekan, pagi itu dipenuhi keceriaan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, hingga SMP. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Selasar Bhaca, sebuah agenda literasi yang digagas oleh Komunitas Matja Bhaca sebagai bagian dari rangkaian acara Matja Karya Volume 6.

Selasar Bhaca merupakan kegiatan lapak buku terbuka yang bertujuan untuk mendekatkan anak-anak pada dunia literasi dengan cara yang menyenangkan dan ramah anak. Dalam kegiatan ini, sebanyak 52 peserta mengikuti berbagai aktivitas seru seperti membaca buku bersama, mendengarkan dongeng, mewarnai, hingga bermain permainan edukatif.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses pada buku-buku bacaan yang menarik dan beragam, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial antar anak dan relawan. Dengan suasana yang santai namun penuh semangat, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi cerita, berimajinasi, dan belajar berkomunikasi secara kreatif.

Mengusung semangat “Satu Buku, Seribu Harapan”, Komunitas Matja Bhaca ingin menunjukkan bahwa kegiatan membaca tidak harus membosankan. Ketika dikemas dengan pendekatan yang tepat, literasi bisa menjadi jembatan menuju tumbuhnya karakter positif, kemandirian berpikir, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Kegiatan Selasar Bhaca juga mendapat dukungan dari Forum TBM Jawa Tengah serta komunitas lokal, yang turut serta menyukseskan jalannya acara. Kolaborasi ini membuktikan bahwa gerakan literasi bisa tumbuh subur dengan sinergi antar komunitas, sekolah, dan masyarakat.

Nefi Setiawati, selaku Founder Komunitas Matja Bhaca menyampaikan, “Tujuan Selasar Bhaca adalah menggerakkan Pemalang Membaca, memperkenalkan Matja Bhaca sebagai wadah anak-anak belajar dan berkreasi. Melalui membaca, mendongeng, mewarnai, menyanyi dan kegiatan edukatif lainnya, kami ingin menumbuhkan kreativitas serta kecintaan terhadap literasi dan seni di Pemalang.”

Sementara itu, Ketua Panitia Matja Karya Volume 6, Fakhry Aly, turut menyampaikan rasa bangganya, “Selasar Bhaca di Desa Cikadu betul-betul di atas ekspektasi saya. Saya bangga melihat antusias anak-anak Cikadu yang lebih memilih untuk hari Minggunya diisi dengan ikut dikegiatan literasi daripada bermain ponsel di rumah. Saya berharap hal ini bisa menjadi pemicu terciptanya generasi emas di masa yang akan datang.”

Keseruan dirasakan peserta kegiatan.

Arkan dan Syabiq, dua anak dari peserta Selasar Bhaca, dengan semangat berkata, “Kegiatannya menyenangkan, Kak. Semoga bisa datang lagi ke Cikadu.”

Melalui kegiatan seperti ini, Komunitas Matja Bhaca terus berkomitmen menghadirkan ruang belajar alternatif di luar kelas formal. Harapannya, Selasar Bhaca tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat membekas di hati anak-anak sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memotivasi mereka untuk terus membaca dan belajar.

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-6 Komunitas Matja Bhaca, Selasar Bhaca menjadi bukti nyata bahwa literasi bisa tumbuh dari langkah-langkah sederhana, seperti membuka buku, bercerita, dan bermain bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top