
Jatilawang (11/07). Setelah jama’ah Masjid Al Hidayah selesai melaksanakan sholat Jum’at, tibalah keramaian beralih ke bangunan di sampingnya. Tertulis pada papan di atas pintu GUBUK CARABLAKA “Rumah Budaya”. Di tempat itulah Tim BIL Fest melanjutkan program “1 Kid 1 Book” yang masih satu rangkaian dengan festival literasi pertengahan Juni kemarin. Dalam pelaksanaanya kali ini, BIL Fest bekerja sama dengan pengelola rumah budaya milik Budayawan Ahmad Tohari. Selain itu juga bekerjasama dengan Madrasah Diniyah Nurul Falah Tinggarjaya Jatilawang. Sebanyak 20 anak dari madrasah tersebut, mendapatkan buku dari program ini.
Acara dipandu oleh Jasmine NF dan diawali dengan pemaparan tentang program “1 Kid 1 Book atau One Kid One Book” oleh Rahmi Wijaya selaku Project Director BIL Fest. Dalam paparannya Ia meyampaikan, “gerakan ini adalah memberi hadiah buku yang berkelanjutan dari BIL Fest untuk anak-anak Banyumas dengan usia 7-13 tahun sebagai upaya pemerataan akses literasi dan menumbuhkan semangat membaca. Hadiah buku ini adalah penghargaan untuk anak-anak yang sudah susah payah belajar membaca di awal-awal usia masuk sekolah.”
Sebelum acara penyerahan buku, anak-anak disuguhkan dengan pemutaran video “Wayang Bebek Banyumas”. Ada 2 video yang diputar, yang pertama bertema tentang anak bebek yang bernama Beti, Bedo dan Bobi saat mereka bermain di sawah. Sedangkan video yang kedua adalah tentang mereka bertiga yang menyukai makanan khas daerahnya, yaitu mendoan. Setelah pemutaran video, Jasmine NF mengajak untuk anak-anak mengulas video yang mereka tonton. Dalam video pertama saat anak bebek bermain di sawah, anak-anak dapat belajar kepada mereka tentang kekompakan saat bermain, dimana mereka mendapatkan gangguan dari burung pipit. Dengan kekompakan mereka, akhirnya bisa mengusir burung pipit yang mengganggu mereka bermain. Sedangkan dalam video kedua, anak-anak dapat belajar bahwa makanan khas daerah tidak kalah enak dengan makanan dari luar daerahnya atau negara lain.

Tiba acara puncak, setiap anak dari Madin Nurul Falah mendapatkan buku yang sudah mereka tunggu-tunggu. Mereka mendapatkan buku dongeng dan cerita anak. “Jika saat masih anak-anak sudah gemar membaca buku dongeng, maka akan membangkitkan imajinasi mereka dan kecintaan terhadap membaca buku. Akan bagus untuk masa depan mereka. Semoga saja kelak ada yang menjadi penulis hebat”, ujar Bapak Ahmad Tohari pada saat kami berbincang dengan beliau sebelum acara di mulai di teras rumahnya. Beliau sangat senang dengan adanya berbagi buku untuk anak-anak yang diselenggarakan di rumah budaya miliknya.
Acara ditutup dengan nasehat dari Ibu Syamsiah, istri dari Bapak Ahmad Tohari. Beliau mengikuti acara sejak awal, sehingga dari panitia inisatif untuk meminta beliau memberikan nasehat. Beliau sangat senang sekali ada program ini, karena anak-anak bisa langsung memiliki buku yang sesuai dengan usia mereka. Beliau bercerita, “anak-anak kami dahulu saat masih kecil, ketika bapaknya –Ahmad Tohari—ada acara keluar kota, yang ditunggu adalah oleh-oleh bukunya. Bukan jajan atau yang lain. Sehingga sekarang mereka menjadi anak-anak yang sukses.” Beliau yakin bahwa anak-anak yang suka membaca, akan sukses dan berhasil dikemudian hari. Dalam penutup nasehatnya, beliau menyampaikan, “karena ini bulan Muharrom, semoga para donatur dan penyelenggara supaya pahalanya dilipat gandakan oleh Allah Swt, karena telah memberi dan berbuat kebaikan”.
Saat acara sudah selesai, Saeful Huda sebagai salah satu pengelola Gubuk Carablaka dan Direktur Ahmad Tohari Center menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara ini kepada BIL Fest. Karena turut meramaikan rumah budaya yang sudah Pak Ahmad Tohari dirikan. Semoga kedepannya dapat berkolaborasi dalam kegiatan literasi lainnya, ucap pria yang juga aktif di bidang riset IPNU Kabupaten Banyumas.
Mari bersama kami untuk mewujudkan akses literasi yang setara. Ikuti program “1 kid 1 book” selanjutnya. Kamu bisa berdonasi melalui lynk.id/bilfest.

dari Banyumas menyapa Indonesia




