Belajar dari BIL Fest: Tentang Do’a dan Sebuah Harapan

BIL Fest (Banyumas International Literacy Festival) merupakan suatu rangkaian acara yang di dalamnya kita bisa belajar banyak hal. Tergantung bagaimana niatan kita ketika mendatanginya untuk yang pertama kali. Jika kita mengharapkan hal-hal yang mewah, megah, dipenuhi dengan manusia yang berlalu-lalang kesana-kemari atau hal-hal wah lainnya. Mungkin untuk yang pertama kalinya kita belum bisa mendapatkan hal tersebut. Akan tetapi jika kita memang datang dengan niatan belajar dari BIL Fest, saya akan dengan sangat bangga mengatakan: “Kita pasti mendapatkan banyak hal darinya”. Ada banyak sekali tokoh yang terlibat dalam rangkaian acara tersebut. Ada banyak sekali tokoh yang darinya kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran penting dalam kita menjalani kehidupan kita ini.

Rahmi Wijaya – “BIL Fest adalah doa bukan hanya sekedar event semata.” Sebuah doa yang menurutku terkesan terlalu tinggi atau bahkan hampir mustahil untuk dicapai. Kenapa begitu? Karena bayangkan saja, sebuah event literasi ditengah-tengah masyarakat yang katanya“minim literasi” dan bahkan di tengah- tengah kota yang bisa dikatakan kecil. Kok bisa-bisanya, berharap untuk masuk ke jenjang internasional? Bukankah itu hal yang aneh atau bahkan bisa dikatakan mustahil untuk dicapai? Akan tetapi yang harus kita ingat adalah tidak ada kata mustahil di dunia ini. Asalkan kita mau berusaha dan bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Yah, walaupun memang butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Tapi saya percaya bahwa itu bisa tercapai suatu hari nanti.

Karena seperti yang dikatakan oleh salah seorang narasumber yang datang di salah satu acara BIL Fest – maaf saya lupa namanya. Dia berkata yang intinya bahwa “Terkadang kesempatan itu perlu dijemput, bukan hanya sekedar ditunggu kedatangannya”. Sembari kita memantaskan diri bukan hanya sekedar merasa pantas.

Selain daripada itu, ada banyak hal menarik yang saya lihat ketika rangkaian acara tersebut berlangsung. Seperti misalkan, ketika salah seorang MC merasa canggung disaat melontarkan sebuah pertanyaan yang seolah-olah Ia mengerti atas apa yang ditanyakan. Padahal sebaliknya, sama sekali tidak mengerti apa yang Ia tanyakan dan mungkin dalam hatinya berkata; “lah miki si nyong takon apa ya, anu kepriwe bisane takon kek kue?”, (Tadi saya bertanya tentang apa ya, bisa-bisanya saya tanya seperti itu?).

Dari hal tersebutlah saya belajar bahwa alangkah baiknya kita melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu tentang narasumber yang akan datang. Mungkin dengan hal-hal sederhana seperti membaca terlebih dahulu karya-karya mereka, mencari tahu tetang kesibukan mereka akhir-akhir ini, mempelajari apa-apa yang akan kita tanyakan nantinya atau apapun itu. Agar setidaknya mereka merasa sedikit lebih dihargai atas waktu yang diluangkannya untuk menghadiri acara tersebut.

Ketika seorang narasumber lain berkata, “Seringkali kita sebagai manusia menilai/melihat suatu hal hanya berdasarkan apa-apa yang kita lihat. Tanpa pernah mau untuk mempelajari terlebih dahulu tentang hal tersebut”. Sehingga kita hanya menilai secara sepihak, bahkan lebih parahnya mengklaim bahwa hal tersebut adalah buruk. Toh belum tentu juga.

Saya pernah mendengar Pak Ahmad Tohari berkata, “Belum ada penulis-penulis muda yang memiliki karya sekuat “Gadis Pantai”—Novel karya Pramoedya Ananta Toer, atau “Ronggeng Dukuh Paruk”, karena mereka enggan untuk membaca terlebih dahulu”. Mereka gemar menulis tapi enggan untuk membaca. Beliau juga berkata, “Setidaknya saya harap anak muda zaman sekarang memiliki perpustakaan kecil-kecilan mereka sendiri terlebih dahulu”.

Ada banyak, ada banyak sekali hal yang bisa kita ambil dari BIL Fest. Apa yang telah saya tulis hanyalah sebagiankecil, teramat sangat kecil dari banyaknya hal yang bisa kita ambil. Dan semoga untuk kedepannya, BIL Fest benar-benar dikenal secara luas seperti do’a dan harapannya. Sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa belajar darinya. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top