Menyulam Literasi dari Buku Nonteks

Bayangkan jika anak-anak hanya tumbuh dengan buku teks. Mereka mungkin pintar berhitung, tetapi belum tentu peka merasakan. Mereka mungkin hafal rumus, tetapi asing dengan empati. Buku nonteks hadir untuk menutup celah itu.

Read More »

Peluncuran Buku Guiwu: Horor, Nasionalis, dan Unik

Menanggapi event launching buku novel Guiwu bergenre horor ini. Sekurang-kurangnya saya dapati tiga kata: horor, nasionalis, dan unik. Mungkin ini sekadar pengamatan saya sebagai pengunjung yang duduk di bangku belakang. Pasti akan berbeda dengan mereka yang mungkin duduknya di depan, di tengah, di sisi kanan, di sisi kiri, dan sisi lainnya.

Read More »
Scroll to Top