
Yang Saya Pelajari dari Telunjuk dan Pelatuk (2025) dalam Telunjuk dan Pelatuk (2026)
Sekitar pukul 05.30 pagi, saat saya hendak mengambil bekal makanan yang biasanya disisipkan istri saya ke dalam tas ransel, saya menemukan buku Ikrom Rifa’i di situ. Saya tidak melihat bagaimana ia masuk ke dalam tas saya. Walaupun Allah seharusnya tahu minggu ini saya harus ke dunia yang lain dan membereskan sisa pekerjaan minggu lalu, sepertinya Allah juga yang memberi izin bagi buku tersebut untuk mengikuti saya ke Jakarta dan menghantui saya dengan kekelaman kontennya.







