
Kidung Buat Silvia
Setelah namamu kuasah pada bening bulan
aku hendak berkata: tenanglah sayang kesetiaanku
adalah bahasa rindu yang kuambil dari telapak kaki ibu.
Kemudian, biarlah musim berganti tujuh rupa
dan waktu melipat jarum jamnya di dinding.
Kau adalah kekasih yang mampu mengiris sisa sisa
ragu di dadaku.
Bahkan sebelum aku sempat menulis puisi ini
terlebih dahulu cinta kubasuh dengan air siraman.
Dan semenjak itulah aku akan terus bersaksi:
meski begitu lama musim menenangkan kemarau
kupastikan tuhan senantiasa membimbing cinta kita
keharibaan yang lebih kekal.
Sumenep, 2026
***
Sebuah Bunga
_buat Silvia Dewi Wulandari
Sebuah bunga
kudekap sampai abadi
hingga siapa pun tak kuizinkan
untuk menyentuhnya.
Sebuah bunga
kurawat dengan catatan takdir
sebab kehidupannya kusiram
dari air mata.
Sumenep, 2026
***
Akirnya Bulan
Akhirnya bulan kembali menadah
sepasang keindahan yang bergantung
di antara sela sela bintang.
Malam terasa sangat panjang
ketika cinta menjelma jalan pulang
bagi kesepian.
Maka, langit dengan kelangannya
membiarkan percakapan
semata agar rindu
mendapatkan ketenangan.
Cinta, barangkali
adalah bagaimana mata kita
memandangnya sebagai masa depan.
Sumenep, 2026
***
Rebahlah Kepundakku
Sini rebahlah ke pundakku
kesedihan yang dibawa riak ombak
telah kulebur pada hamparan laut.
Dunia ini memang kejam
tetapi lebih kejam lagi ketika cinta
menjelma musim prahara.
Barangkali di dalam dadamu
selalu membutuhkam penopang
bagi kesedihan ini.
Meski terasa sangat sulit bagiku
tapi sungguh cinta dilahirkan
karena agar menemukan maknanya.
Dan andai tuhan ada dihadapanku
akan kusampaikan kepada-Nya
“aku mencintaimu!”
Sumenep, 2026
***
Aku Ingin Bercerita Sebagai Masa Depan
Aku ingin bercerita sebagai masa depan
yang tumbuh ketika cinta benar benar fasih
mengurai semua kasihmu.
Aku ingin bercerita sebagai masa depan
yang tumbuh ketika rindu benar benar wujud
menggambarkan cantikmu.
Aku ingin bercerita sebagai masa depan
tempat bagi doa doa kita menitipkan segala
yang berbentuk impian.
Sumenep, 2026
***
Farhan Sagara. Lahir di Sumenep, Bulan Mei 2003. Ia adalah Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa disapa melalui Instagram @af.sagara.




