Cerita Inspiratif di Balik Kuda Pustaka

Ridwan Sururi adalah seorang penggerak Kuda Pustaka di salah satu desa di Kabupaten Purbalingga. Kiprahnya tak hanya dikenal disekitar masyarakat Desa Serang, sebuah desa di Kabupaten Purbalingga, tetapi telah dikenal hingga masyarakat lintas benua. Semua berawal dari hobi seorang Ridwan Sururi yang suka merawat dan berkuda. Hobi tersebut ia peroleh dari kakeknya yang juga memiliki peliharaan kuda.

Tahun 1997 pertama kali seorang Ridwan Sururi membeli kuda sebagai peliharaan dan hobi. Hingga pada tahun 2000 kuda yang ia miliki, dijadikan sebagai kuda sewaan di tempat wisata. Kudanya ia bawa ke Wisata Pinesan Serang pada saat itu.

Pada tahun 2014 terjadi perbincangan dengan sesama komunitas pecinta kuda bersama kawannya,  yang bernama Nirwan Arsuka. Dari obrolan itu muncullah ide untuk mengadakan perpustakaan keliling yang diangkut menggunakan kuda, yang nantinya dikenal dengan istilah Kuda Pustaka. Nirwan Arsuka adalah inisiator dari Pustaka Bergerak Indonesia. Namun pada tanggal 6 Agustus 2023, Nirwan Arsuka telah berakhir perjuangannya. Ia berpulang setelah berjuang melawan sakitnya.

Di akhir tahun 2014 buku-buku sudah terkumpul dari pemberian oleh Nirwan Arsuka. Namun dikarenakan curah hujan yang tinggi pada akhir tahun tersebut, Kuda Pustaka ini belum bisa terlaksana sampai akhir tahun. Sehingga awal tahun 2015, barulah kegiatan Kuda Pustaka ini terlaksana, dengan kegiatan keliling. Pada awal dimulainya berkeliling yaitu ke TPQ di Desa Serang, dan selanjutnya baru merambah ke SD sekitar Desa Serang.

Kuda Pustaka tetap konsisten hingga tahun 2025 ini. Selain pejabat pemerintah dan tokoh sudah banyak pihak dan media dari 11 negara yang berkunjung ke Kuda Pustaka ini. Mulai dari Jerman, Italia, Australia, Amerika, Belanda, Jepang, Singapura, Norwegia , Korea dan lain sebagainya.

Penuturan dari Ridwan Sururi untuk saat ini, Kuda Pustaka sangat kekurang bahan bacaan untuk anak-anak. Hal itu karena mayoritas sumbangan buku untuk bacaan dewasa lebih mendominasi. Sedangkan Kuda Pustaka mempunyai sasaran pada rentan usia anak-anak SD atau TPQ, untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Demikian hal yang kami dapat dari seorang Ridwan Sururi. Seorang pegiat literasi dari masyarakat desa. Aktivitas literasi bersama Kuda Pustaka itulah yang membuat namanya dikenal hingga manca negara. Darinya kita juga bisa belajar, buku harus digerakkan, bukan sekedar ditata. Kita harus menggerakkan buku supaya bertemu dengan pembacanya, hingga ke seluruh nadi nusantara.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top