MI Kuah: Strategi Pembelajaran Matematika di Jam Rawan

Mengajar di jam rawan, bagi pendidik istilah tersebut mencerminkan kondisi dan situasi belajar mengajar di waktu yang tidak kondusif. Biasanya terjadi di waktu peserta didik selesai melaksanakan kegiatan olahraga atau bisa juga di waktu terakhir menjelang kepulangan peserta didik. Pada waktu tersebut kondisi fisik peserta didik sudah lelah.

Kondisi tersebut sering saya alami, karena kebetulan jadwal mengajar saya ada di jam-jam rawan tersebut. Setiap saya masuk kelas setelah anak selesai berolahraga misalnya, ada yang duduk santai bersandar di tembok sembari mengipasi tubuhnya menggunakan  buku. Ada pula yang masih memegang jajan di tangannya. Bahkan kadang ada yang tertidur di dalam kelas.

Situasi semacam ini kadang membuat saya tidak tega untuk meneruskan materi pembelajaran. Tak jarang saya hanya mengajak peserta didik untuk mendiskusikan satu permasalahan soal saja. Atau hanya membahas sedikit materi pertemuan sebelumnya, lalu meminta peserta didik mengerjakan soal dengan santai. Namun itu semua masih tidak efektif. Tujuan pembelajaran yang saya rancang menjadi tidak sesuai dengan harapan saya.

Sebagai guru mata pelajaran matematika, mengajar di jam rawan menjadi suatu tantangan besar. Kelelahan fisik setelah berolahraga atau kelelahan psikis setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran lain memang sangatlah manusiawi. Hal tersebut akan berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar peserta didik. Peserta didik menjadi mudah mengantuk dan menunjukkan respon yang pasif terhadap instruksi guru. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menghambat penyerapan materi pelajaran yang sedang diajarkan tetapi juga akan berdampak pada menurunnya semangat belajar peserta didik.

Selain itu, kelelahan fisik dan psikis juga berpengaruh pada menurunnya motivasi belajar mereka pada mata pelajaran matematika yang saya ampu. Motivasi belajar yang menurun membuat peserta didik kehilangan fokus pada saat mememcahkan soal. Sehingga mereka kesulitan dalam mencari solusi yang tepat untuk memecahkan permasalahan pada soal tersebut.

Namun tantangan-tantangan yang saya hadapi ini, memotivasi diri saya untuk menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan dan tidak monoton. Saya lebih bersemangat dalam merancang pembelajaran matematika untuk peserta didik yang bervariasi. Saya juga lebih bersemangat dalam menyusun lembar kerja peserta didik agar tujuan pembelajaran saya dapat tercapai dengan baik.

Untuk mengsiasati tantangan yang saya hadapi, saya membuat rancangan pembelajaran yang berbeda-beda di setiap pertemuan. Mulai dari merancang pembelajaran di luar kelas, pembelajaran dalam bentuk permainan berpacu dengan waktu, dan pembelajaran dalam bentuk memecahkan teka-teki.

Tidak hanya rancangan pembelajaran yang saya variasikan, media pembelajaran yang saya gunakan pun bervariasi. Mulai dari lembar kerja peserta didik dalam bentuk cetak, game ular tangga dan media pembelajaran interaktif menggunakan gawai sederhana yang salah satunya saya beri nama MI KUAH (Media Interaktif Kalkulator Aljabar Hebat).

Digitalisasi dalam pembelajaran menuntut pendidik untuk menghadirkan media pembelajaran digital di dalam kelas. Terlebih lagi mayoritas peserta didik di tempat saya mengajar sudah sangat dekat dengan gawai dalam keseharian mereka. Sayang rasanya kalau saya melewatkan kedua hal tersebut begitu saja. Sehingga saya  mengambil langkah untuk mendesain media pembelajaran interaktif yang bisa digunakan peserta didik hanya dengan membuka gawai. Tujuannya agar suasana kelas di jam rawan bisa kembali kondusif dan materi yang saya sampaikan lebih mudah diserap oleh mereka.

MI KUAH (Media Interaktif Kalkulator Aljabar Hebat) menajadi satu produk media pembelajaran yang saya hasilkan menggunakan aplikasi canva. Dimana pada media pembelajaran tersebut akan menampilkan input angka yang dapat diisi oleh peserta didik secara bebas dan akan menghasilkan output hasil jawaban lengkap beserta analisisnya.

tangkapan layar aplikasi pembelajaran karya penulis (Agustina Wulandari S.)

Dengan MI KUAH ini peserta didik di kelas saya tidak hanya belajar satu materi Aljabar dalam bentuk numerasi saja. Namun mereka juga akan belajar berliterasi menganalisis soal, hasil dan penjelasan yang tertera pada layar aplikasi.

Efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif MI KUAH dalam mata pelajaran matematika khususnya materi Aljabar, sangat berdampak positif bagi peserta didik dan pendidik. Bagi pendidik, media pembelajaran interaktif ini membantu dalam mengembalikan konsentrasi, motivasi dan semangat belajar peserta didik ketika di jam-jam yang melelahkan bagi mereka.

Sedangkan bagi peserta didik, media pembelajaran interaktif MI KUAH menjadi angin segar yang membangkitkan fokus mereka dalam belajar. Rasa ngantuk dan lelah berubah menjadi rasa ingin tahu ketika mereka mencoba untuk menyelesaikan permasalahan soal menggunakan media pembelajaran interaktif MI KUAH.

Dengan strategi inovasi media pembelajaran interaktif ini, membuat pikiran saya semakin terbuka bahwa memberikan materi pembelajaran matematika kepada peserta didik tidak melulu menggunakan buku teks. Peserta didik membutuhkan media lain untuk lebih memahami materi yang bisa mereka pelajari dimana saja dan kapan saja.

Bagi yang ingin mencoba aplikasi pembelajaran MI KUAH, bisa melalui barcode di bawah ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top