
Memulai hobi baru seharusnya mudah. Anda tinggal pergi ke toko hobi (buku, game, mainan, atau tanaman), menunjuk barang yang disukai, dan pulang dengan riang. Namun, jika Anda adalah tipe pemula yang kebanyakan berpikir, memulai hobi anggrek bisa menjadi sebuah operasi intelijen. Anda akan bangun, tidur, dan terbangun lagi dengan memikirkan sebuah rencana, cara mengeksekusinya, serta parameter-parameter yang kira-kira akan memengaruhinya.
Bagi seorang hobiis anggrek pemula yang terlalu banyak berpikir, Anda tidak bisa datang ke satu pedagang tanaman hanya bermodalkan firasat (“Ah, anggrek ini pasti bunganya cantik/cepat subur/bisa hidup dengan baik”). Anda selalu memberikan ruang bagi keragu-raguan. Apakah anggrek ini punya identitas? Apakah ia mudah dirawat? Bagaimana jika tanaman ini stres? Apakah nursery ini bisa dipercaya? Apakah cara Anda merawat tanaman sudah benar? Apakah Anda seorang green thumb yang diberkahi kesabaran untuk bisa membuat tanaman subur, atau sebaliknya, seorang diktator yang memaksa anggrek cepat berbunga?
Sebenarnya Anda sudah memulai kecil-kecilan. Pengalaman masa lalu Anda dalam memelihara sesuatu bisa menjadi petunjuk. Ingat ketika dahulu Anda memelihara ikan mas atau cupang kecil yang bertahan seminggu atau sebulan, lalu mati gara-gara terlalu banyak diberi makan sehingga airnya kotor? Atau ketika burung emprit atau trucukan yang Anda kurung juga mati atau kabur dari kandang? Ingatkah ketika kucing kampung Anda kurap dan sakit, lalu setelah membawanya ke dokter hewan Anda baru menyadari bahwa lebih mudah dan murah untuk mengadopsi kucing baru dari jalanan? Atau ketika Anda gembira karena tanaman kacang hijau dari proyek mata pelajaran IPA berhasil berbuah dan menghasilkan 1-2 polong kurus? Anda pasti punya potensi.
Anda tahu bahwa langkah pertama tidak perlu besar. Langkah kecil selalu cukup asalkan Anda selalu memegang kendali. Berdasarkan sebuah tulisan, Anda bisa mempersiapkan awal hobi anggrek Anda dengan merawat anggrek merpati. Ia mudah dirawat dan mudah berbunga. Jika anggreknya mati, Anda tinggal mencabutnya lagi dari pohon pinggir jalan (tentu saja tanpa mengulangi kesalahan yang menyebabkan anggrek mati). Ketika ia sudah berbunga, berarti Anda siap untuk naik tingkat merawat anggrek jenis lain.
Jika akhirnya Anda memutuskan untuk membeli tanaman, ada banyak pilihan yang tersedia. Anda bisa mengunjungi marketplace daring dan memilih dari daftar foto tanaman yang ada. Anda juga bisa mengikuti penjualan secara live dan melihat banyak penjual mempresentasikan anggrek dengan menarik. Ikut lelang di bursa anggrek daring pun seru karena Anda bisa berlomba-lomba dengan bidder lain (biasanya seseorang tidak mau kalah dalam berebutan jenis anggrek incaran). Namun, datang ke nursery dan melihat anggrek secara langsung juga menjadi pengalaman awal yang berkesan. Berbeda dengan menyeleksi belanjaan anggrek di marketplace, datang ke nursery tidak hanya memungkinkan Anda melihat, tetapi juga memegang, meraba, atau mencium wangi anggrek. Ia juga memiliki keistimewaan lain: kesempatan luas untuk mengobrol dengan tukang kebun tentang anggrek. Sebagai seorang pemula yang kebanyakan berpikir, kemungkinan besar Anda butuh teman berpikir. Tukang kebun di nursery bisa memenuhi kebutuhan itu dengan menjawab segala pertanyaan pemula.
Anda cukup melihat di Google Maps untuk mengetahui letak-letak nursery potensial di sekitar. Lalu, lakukan cek silang ke marketplace atau media sosial untuk mengetahui seberapa besar dan lengkap koleksi anggrek di situ (biasanya mereka juga berjualan secara daring). Setelah yakin, kunjungilah satu-dua nursery pilihan Anda. Jangan lupa mengobrol dan menjalin relasi dengan tukang kebun. Mintalah nomor kontaknya. Mereka biasanya punya banyak pengalaman praktis dalam merawat anggrek.
Setiap nursery punya kekhasan sendiri. Di sekitar Purwokerto, misalnya, ada beberapa nama yang bisa dicek. Cilengko Orchids memiliki stok jenis-jenis anggrek rumahan populer (terutama dari genus Dendrobium) yang banyak diminati ibu-ibu (ini market target mereka). Liona Nursery di dekat kampus UNSOED biasa menyewakan anggrek (terutama anggrek bulan, Phalaenopsis) ke kantor-kantor. Jika ingin anggrek spesies langka yang niche dan unik (misalnya dari genus Bulbophyllum atau Lepanthes), kebun Planterum bisa menjadi rujukan. Anda bisa menemukan sendiri di kota besar apa pun dekat tempat Anda tinggal: Jakarta, Bogor, Bandung, Pangandaran, Semarang, Sleman, Blitar, Malang, Surabaya, dan sebagainya.
Karena berpikir adalah Anda, pasti ada pertimbangan mengenai anggrek apa yang akan dibeli di nursery. Di sini, anggaran menjadi limitasi yang Anda putuskan sendiri. Berapa banyak uang yang akan Anda keluarkan untuk memulai hobi baru tersebut? Apakah lima puluh, seratus, dua ratus ribu rupiah, atau lebih? Apakah Anda akan membawa pulang satu tanaman saja atau bahkan sepuluh tanaman? Apakah Anda juga membeli pernak-pernik peralatan berkebun?
Harus diingat bahwa yang Anda rintis adalah hobi, bukan bisnis. Dalam hobi, uang yang Anda habiskan kembali dalam bentuk lain: kepuasan, rutinitas, eksistensi, aktualisasi, atau prestise. Namun, dalam berbisnis, Anda selalu menetapkan bahwa nominal yang dikeluarkan harus kembali juga dalam bentuk nominal beserta profit. Karena di sini Anda memulai hobi anggrek, berapa pun yang Anda habiskan sebenarnya bukan masalah. Jika anggrek Anda berbunga, Anda akan merasa puas dan bangga. Jika tanamannya mati (dan ini pasti terjadi), Anda mendapatkan ilmu yang berharga untuk (tidak) mengulanginya lagi (dengan kata lain, “Anggap saja biaya sekolah”). Akan tetapi, di sini Anda tetap harus memikirkan risiko tanaman mati sehingga Anda sebaiknya menyediakan uang cukup untuk membeli setidaknya anggrek berusia remaja. Anggrek muda atau seedling biasanya sangat murah, tetapi lama berbunga (kadang butuh waktu tahunan) dan rentan mati, sementara anggrek dewasa harganya sudah tinggi. Anggrek remaja yang tak butuh waktu lama lagi untuk berbunga dan sudah cukup kuat untuk menyintas di rumah Anda menjadi pilihan solid bagi pemula.
Kemudian, setelah menentukan anggaran, mungkin Anda akan bingung menentukan jenis anggrek yang akan dibeli. Sebagai kelompok tanaman yang besar, ada banyak sekali pilihan anggrek dengan keunikannya masing-masing. Anda bisa mulai dari genera anggrek hias umum seperti aliansi Cattleya, Dendrobium, keluarga Vanda, atau Phalaenopsis (anggrek bulan). Lupakan dahulu genera unik seperti Lepanthes, Papiophedilum, Neofinetia, atau Bulbophyllum yang kebanyakan membutuhkan perlakuan dan setting lingkungan khusus. Untuk melihat anggrek yang cocok untuk lingkungan tempat tinggal Anda, sebenarnya mudah saja. Cobalah melongok ke pekarangan tetangga atau rumah orang lain di kelurahan/desa Anda dan lihat anggrek di situ. Jika ada yang tumbuh subur, berarti jenis itu adaptif terhadap lingkungan Anda. Atau, jika cukup akrab dengan empunya rumah, Anda bisa meminta anggrek cuma-cuma (ini agaknya mustahil karena pemula yang overthinking biasanya tidak mungkin tidak tahu malu).
Sebenarnya, Anda bisa saja tutup mata dan tunjuk salah satu genus populer yang sesuai budget, tetapi sayangnya itu bukan karakter Anda. Dalam memilih, Anda butuh kejelasan mengenai identitas si anggrek. Terkadang, anggrek yang ada di nursery memiliki label, tetapi kebanyakan tidak. Biasanya tukang kebun yang andal dan serbatahu bisa mengidentifikasi anggrek dari bentuk bunganya, tetapi ada baiknya Anda juga mengecek sumber-sumber lain. Untuk mengidentifikasi anggrek spesies, selain Google Lens, situs Plants of The World Online dan Internet Orchid Species Photo Encyclopedia sangat bisa diandalkan. Untuk anggrek hibrida, The International Orhid Register dan situs OrchidRoots menjadi sumber catatan resmi.
Terkadang (atau sering kali) si anggrek punya identitas, tetapi masih berupa nama silangan yang belum diregister. Nama hibrida populer di kalangan pedagang seperti Sakura Hime, Caesar White, atau Dian Agrihorti sebenarnya adalah nama pasar yang belum terdaftar di Royal Horticultural Society (RHS). Sebagai hobiis pemula Anda tidak perlu mempermasalahkannya karena bunganya sama cantiknya dengan anggrek hibrida resmi. Namun, anggrek yang memiliki keturunan (lineage) resmi jelas sangat berharga dalam pemuliaan. Jika Anda ingin memuliakan dan meregister anggrek dengan nama Anda, anak Anda, institusi, pahlawan, atau presiden (bismillah, komisaris!), formulir register dari RHS menuntut pencantuman nama orang tua hibrida dengan jelas. Itu mungkin saja Anda lakukan, tetapi sebaiknya tidak perlu berpikir sampai ke situ dahulu.
Sekarang, Anda sudah siap untuk memulai hobi baru. Jika cocok, kemungkinan besar Anda akan membeli beberapa anggrek dan kemudian kembali membeli sepekan kemudian karena orchidelirium sudah merasuki Anda. Untunglah Anda punya karakter “terlalu banyak berpikir” sehingga mudah mempertanyakan bijak atau tidaknya jika membeli anggrek seminggu sekali. Atau Anda bisa berhenti berpikir, lalu memilih apapun anggrek yang ada dan kemudian merawatnya dengan baik. Itu juga oke.
Aldi Aditya adalah pecinta bunga anggrek yang saat ini mengajar di Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Bisa disapa melalui Instagram @aldi.aditya.165.




