Ada Apa dengan Negeri Ini? dan Puisi Lainnya

Kidung Malam

Malam yang sunyi, menggugah jiwa tuk bernyanyi
Alunan kidung malam mengisyaratkan isi hati
Pada reruntuhan diksi kalbu bergelayut tanpa henti
Ku bersimpuh di bawah indurasmi
Tentang aku yang terlampau ambisi akan mimpi

Baskara hirap menyisakan gulita malam
Desiran anila menusuk relung kalbu paling dalam
Ku bercerita pada hiruk pikuk semesta malam
Tentang mimpi yang membuatku termenung
Layaknya semesta tak berujung

***

Ruang Renjana

Padamu, Tuan Sang Pencipta rindu yang bergejolak
Mengapa engkau pergi beranjak?
Hingga membuat kita kini terbentang jarak
Kita adalah sepasang netra yang pernah lara
Pada sebuah bait kepalsuan yang fana
Raga terpisah jarak namun terpatri dalam ruang renjana

Di taman sepi, aku bermimpi, tentang sebuah ilusi
Yang tlah jauh membawaku pergi
Pada tatapan mata yang sunyi
Aku membisu, merasakan harummu ada di sekitarku
Benarkah kau ‘kan berkunjung ke sini?

Dalam angin yang disapa waktu
Dalam malam yang menghadirkan rindu
Pada kobaran kalbu yang mengisyaratkan sendu
Terjebak, dalam ruang kelabu, membeku
Jiwa yang lelah, dan raga yang ikut melemah
Helaan napas yang seolah pasrah
Merindumu sudah berulang kali
Tapi entah ragamu tak jua kembali, bertukar doa tanpa henti
Tapi, doaku tuk kau kembali, takkan berarti lagi

***

Kado Spesial dari Ibu

Kado terindah bukan dari emas
Ibu membelikanku tas baru
Dibeli dengan selembar kasih
Dibungkus dengan penuh sayang
Diberikan dengan senyum kembang

Tas kecil dari ibu penuh cerita cinta
Di dalamnya tersimpan cerita, doa, dan harapan
Setiap jahitan membawa ketulusan tanpa mengharap imbalan
Kado penuh makna dan perasaan
Setiap diriku pergi, teringat cinta, doa, rindu, dan hangatnya pelukan

Tas ini, temani langkahku tiap masa
Pada hari-hariku ketika tak bersama
Pembawa pesan cinta tulus dan pengingat hangat di kala jauh
Seperti Ibu yang selalu hadir tanpa pamrih
Ketika lelah datang menghampiri diriku
Selalu kupeluk erat, pelipur lara dan pelita harapan
Cinta Ibu terkenang di dalam tas spesial yang kauberi sebagai hadiah ulang tahunku kala itu

***

Ada Apa dengan Negeri Ini?

Katanya, negeri ini ingin makmur
Kenapa rakyatnya di emperan tersungkur?
Sedangkan di gedung megah sana orang-orang mendengkur

Katanya, negeri ini memiliki hukum
Kenapa rakyat yang tidak tahu apa-apa dihukum
Sedangkan kericuhan disebabkan oleh beberapa oknum

Katanya, negeri ini memiliki demokrasi
Kenapa suara rakyat tak didengar sama sekali
Sedangkan aparat datang saat kami mulai beraksi

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top