Distrik K dari Masa ke Masa

Tahun 1995 di Wilayah Tundra yang sedang terobsesi restorasi besar, pemimpinnya Tuan Mamot memulai agresi terliarnya. Salah satu distrik di wilayahnya, sebut saja Distrik K, di mana pemimpinnya adalah penetapan pusat bukan putra daerah, bernama Bajul mulai dititahkan tentang program. Distrik K adalah kawasan gambut yang dianggap sebagai lahan tidur, Tuan Mamot meminta persetujuan Bajul agar dikembangkan program lumbung pangan. 

Sebagai  pendatang yang didapuk memimpin distrik di bukan tempat lahirnya, Bajul sadar akan kosekuensi dua arah. Penerimaan berarti serbuan para Enggang, Macan Kumbang, Orang Utan, dan Bekantan. Sedangkan penolakan berarti putusnya anggaran pembangunan. 

Masa itu adalah keputusan yang sempit dari logika siapa saja. Pemimpin yang dikucilkan karena pembangkangan telah banyak bergelimpang tumbang. Olehnya ia pikul deru mesin-mesin raksasa sebagai jawaban dalam galian kanal-kanal sedalam lima meter. Tanah Distrik K, dicakar, air dikuras, pohon tumbang dan kering bergunung-gunung tingginya. Perlawanan tumpah sudah, menyisipkan sumpah yang diijabah tanah dan dedaunan kering ranggas.

Proyek lumbung pangan itu gagal total. Hingga akhirnya petaka awal 1997, musim kemarau datang lebih awal, percik api bawah tanah menyala, dan asap tebal menutupi langit Distrik K. Sialnya kobaran jelma krisis hiingga Distrik tetangga pun ikut merasakan. Kebakaran Hutan pertama di Distrik K adalah coretan kegagalan Tuan Mamot atas angkuh otorisasi. 

Hingga kejatuhan Tuan Mamot atas ulahnya itu terjadi dari perlawanan di berbagai penjuru. Pada kesempatan itu Distrik K mulai memasuki masa transisi. Tidak ada lagi penunjukan pimpinan distrik. Semua didasarkan pada hak dan kesepakatan. Dan dari itu jua termaktub bahwa darah daerah yang memahami rasa sakit warganya adalah prioritas.

Di bawah politik, simpatisan Enggang dan yang lainnya juga lebih terorganisir ke dalam badan organisasi persatuan lintas ras. Apapun akan menjadi satu tujuan jika itu tentang perusakan lingkungan. Demonstran kemudian mengobar dalam perlawanan pada rayap-rayap pohon dan tikus yang senang menyarang di pelepah sawit.  Semua di muarakan pada konflik agraria. 

Pada fase tahun seterusnya pemimpin Distrik K yang mempunyai pertalian darah dari tanah kelahirannya bersama ormas setempat sempat berhasil mendorong pengakuan hukum atas Hutan Adat melalui Mahkamah Agung Tundra. Ini adalah kemenangan simbolis penting tentang tanah distrik yang diakui bukan lagi milik wilayah, melainkan milik komunitas.

Sayangnya, di balik layar ekonomi Distrik K semakin bergantung pada ekstraksi sumber daya alam. Ini kian mendesak perizinan perkebunan, tak terkecuali para tikus-tikus sawit itu. Dan karena maraknya tumpang tindih peraturan, akhirnya pimpinan Distrik K tak mendapatkan ruang pilihan.  Dari sinilah bayangan kelam pemimpin pertama, Bajul mulai mencemar. Pemimpin Distrik K ingin melindungi lingkungan, tetapi juga membutuhkan pendapatan daerah dari pajak perusahaan.  Dan kekuatan birokrasi lebih condong kepada eksploitasi.

Pada Tahun 2016 Pemimpin Tundra yang baru, Sang Kumbang Kayu meluncurkan ambisi serupa dengan nama berbeda, “Lumbung Pangan Jilid II”.  Proyek itu dilakukan dengan pendekatan halus dan sarat budi. Distrik K benar-benar masuk ke sektor utama. Semua tempat dimakmurkan, semua penduduknya pun tak luput dari perhatian. Tak heran pula Ormas Enggang dan Orang Utan mulai terpedaya atas muslihat ini. 

Bagi pemimpin Distrik K saat itu juga diberikan kewenangan untuk ikut berpartisipasi dalam wujud pengawasan. Meski pada perjalanannya, birokrasi Tundra sekali lagi berpihak pada pemodal bukan garapan. Pembukaan lahan baru di area gambut itu  kembali memicu kebakaran hebat pada tahun 2019 sampai 2023. 

Api memberangus apa saja, pokok kayu, ranting, hingga dedaunan. Api tak diciptakan dan disalahkan dari asal ciptanya. Api hadir dari angkara pemiliknya. Siapakah binatang itu tak penting sebab kesatuan yang utama. Api memudar oleh hujan. Dan hujan itulah kesatuan dalam tindakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top