
Laporan Intelijen Hati
Hatiku kini bekerja sebagai intel
tugas utamanya: mengumpulkan data tentangmu.
Setiap hari ia menyusun laporan rahasia
tentang warna bajumu, lagu kesukaanmu, dan jenis kopimu.
Semua data kusimpan di dalam folder bernama “Semoga”
tak pernah kukirim, hanya kubaca ulang sebelum tidur.
Aku tahu semua jadwalmu, bahkan jam-jam galaumu
informasi yang tak berguna tapi sangat berharga.
Aku pengagum rahasia paling profesional
tak pernah meninggalkan jejak atau sidik jari.
Kau target operasi yang tidak pernah sadar
bahwa setiap hari kau sedang diawasi oleh sepasang rindu.
Mungkin ini operasi intelijen paling berhasil di dunia
sebab sampai detik ini, kau tak pernah tahu
bahwa tepat di sebelahmu, ada mata-mata
yang siap menukar nyawanya demi senyummu.
Yogyakarta, 10 Agustus 2025
***
Alamat Baru
Kekasihku kini tinggal di alamat yang baru
tak ada nomor rumah, tak ada kode pos.
Surat-surat rinduku tak lagi butuh prangko
cukup kuhembuskan pada angin sebelum mataku terpejam.
Setiap pagi, kumasih rutin menyeduh kopi
untuk dua cangkir: satu untukku, satu untukmu.
Cangkirmu kudiamkan saja di seberang meja
jadi pendengar setia atas semua ceritaku hari ini.
Nisanmu adalah kedai kopi favorit kita sekarang
tempatku datang membawa bunga juga koran pagi.
Aku bacakan berita utama hari ini
lalu kita diam bersama, seperti dulu.
Orang bilang aku bicara pada batu yang bisu.
Aku hanya tersenyum. Mereka tak tahu
bahwa cinta kita kini yang paling sempurna
sebab abadi dan tak bisa lagi terluka.
Yogyakarta, 10 Agustus 2025
***
Kekasihku Penduduk Dunia Maya
Kekasihku tinggal di sebuah negara antah berantah
alamatnya hanya sederet username di layar.
Fotonya tak pernah berganti, senyumnya tak pernah pudar
ia makhluk paling sempurna, tak pernah berbuat salah.
Kami sering kencan di malam hari, setelah dunia tertidur
aku membacakan keluh kesahku, ia mendengarkan tanpa interupsi.
Ia tak pernah cemburu, tak pernah menuntut, tak pernah ingkar janji
ia sosok pacar sangat ideal yang direkomendasikan oleh sepi.
Hubungan kami bebas dari inflasi juga tagihan listrik
kami tak pernah bertengkar soal siapa yang cuci piring.
Satu-satunya masalah kami adalah koneksi internet
jika sinyal hilang, hubungan kami pun tamat.
Orang bilang aku mencintai hantu, ilusi belaka.
Aku hanya tersenyum. Mereka tak tahu
betapa menyenangkannya punya pacar
yang bisa kau matikan dengan satu tombol saja.
Yogyakarta, 10 Agustus 2025
****
Pesan Terkirim, Tak Pernah Terjawab
Perasaanku seperti operator seluler paling sabar
setiap hari mengirim paket data berisi “aku rindu.”
Laporannya selalu sama: terkirim dengan dua centang biru
tanda sudah dibaca, tapi kau tak ingin diganggu.
Mungkin hatimu sedang dalam mode pesawat
atau sinyal simpatiku tak cukup kuat menembus dinding egomu.
Aku sudah mencoba mengirim pesan lewat jalur darat, laut, dan udara
tapi sepertinya semua kurirku dicegat di depan pintu hatimu.
Akulah pelanggan setia yang terus membayar tagihan
untuk sebuah layanan yang tak pernah kunikmati.
Setiap bulan aku perpanjang paket “berharap”
dengan pulsa yang kupinjam dari bank patah hati.
Mungkin sudah saatnya aku ganti kartu
atau mungkin ganti telepon genggam sekalian.
Tapi masalahnya, nomormu adalah satu-satunya nomor
yang kuhapal di luar kepala, selain nomor induk kependudukanku.
Yogyakarta, 10 Agustus 2025
Maria Utami, seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis puisi lagi tahun ini. Hal ini karena rasa cintanya pada puisi tak pernah padam. Baginya, tidak ada kata terlambat untuk terus berkarya. Ia telah beberapa kali menjadi penulis terpilih dalam berbagai event kepenulisan antologi puisi. Ada pula naskah puisinya yang sudah terbit di media literasi digital. Dapat didukung atau disapa melalui akun Instagram: @maria.oetami




