
Rekonstruksi Peta dari Jahitan Luka dan Puisi Lainnya
// Di mataku sudah kulihat fajar itu / Kabut pagi yang memeluk erat, bukan menusuk / Kubaca masa depan yang tertulis di lipatan kertas kusut / Bukan takdir, tapi peta yang kugores sendiri //

// Di mataku sudah kulihat fajar itu / Kabut pagi yang memeluk erat, bukan menusuk / Kubaca masa depan yang tertulis di lipatan kertas kusut / Bukan takdir, tapi peta yang kugores sendiri //