Pulanglah Kartam Si Anak Hilang

Tarjo menyelinap di antara kerumunan manusia yang terburu-buru. Kartam mengawasi dari jauh. Gerakan Tarjo seperti belut, begitu halus. Tarjo sengaja menjatuhkan korek apinya di dekat pria itu, menunduk, lalu bangkit dalam sebuah gerakan yang mulus. Tubuh Tarjo nyaris menembus koper pintar yang berjalan otomatis mengikuti pemiliknya. Dalam hitungan detik, Tarjo sudah kembali ke sisi Kartam. 

Read More »

Mozaik Kanon: Cinta dalam Tiga Kacamata

Ada kesamaan dari ketiga tulisan di atas. Tentu perbedaan juga ada. Salah satu kesamaan ketiga tulisan di atas adalah kesamaan dari segi topik yang disampaikan, yakni soal cinta. Tentu banyak juga topik-topik lain yang sama dalam ketiga tulisan tersebut. Akan tetapi topik seputar cinta, umumnya selalu gurih untuk dibicarakan. Seumpama bumbu dalam masakan, cinta menghadirkan gurih dalam kehidupan. 

Read More »

Mencatat May Day 2026 di Monas

Okelah, himbauan-himbauan untuk May Day yang tidak anarki digemakan. Namun, apakah aksi May Day dari depan DPR RI pindah ke Monas hanya soal pindah tempat? Lalu, Presiden Prabowo akan hadir. Dan akan merayakan May Day bersama para buruh, lalu aspirasi dinyatakan berhasil?

Read More »

Tabiat Asbun

Seorang pejabat yang profesional  yang benar-benar menyadari bahwa jabatannya adalah mandat dari rakyat akan merespons kritik masyarakat dengan penuh tanggung jawab, bukan arogansi atau ASBUN. Ia akan sadar bahwa setiap pernyataannya di ruang publik adalah pertanggungjawaban kepada pemberi mandatnya yaitu masyarakat.

Read More »

Na Willa, Memori Masa Kecil, dan Cita-cita Menjadi Ibu

Aku sengaja tidak ‘riset’ tentang film ini, pun menonton trailernya tidak, supaya jadi kejutan. Tanpa ekspektasi saat masuk studio, membawa apresiasi saat keluar studio. Seperti biasanya, aku coba mengapresiasi lewat tulisan, tentunya untuk “Na Willa” lewat tulisan ini.

Read More »

Menagih Keamanan di Balik Riuhnya Perayaan

R.A. Kartini, Dewi Sartika, hingga Butet Manurung, memperjuangkan bagaimana kaum marginal, perempuan, hingga masyarakat adat untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan dianggap penting untuk keluar dari keterbelakangan. Saat ini, kita bersyukur karena perjuangan mereka memberikan manfaat yaitu mudahnya akses pendidikan. Pertanyaannya, apakah itu cukup?

Read More »

Fenomena Seni Sebagai Gaya Hidup Baru di Kalangan Generasi Z

Belakangan ini, saya cukup sering hadir dalam berbagai pameran karya seni – bukan di galeri ataupun di museum. Pameran seni dalam ruangan art space dan juga dalam ruang kafe yang jadi terasa lebih dekat dengan denyut kehidupan masyarakat sekaligus terasa menyatu dengan aroma kopi di dalamnya. Pergeseran ekosistem seni yang terjadi belakangan ini menandakan sebuah transformasi ontologis dalam dunia seni. Ekosistem seni menjadi lebih cair dengan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar eksklusif para kolektor kelas atas, tetapi juga bergeser menjadi ruang apresiasi bagi penikmat seni secara umum.

Read More »
Scroll to Top