Mawar Berduri dan Puisi Lainnya

Telanjangi

Hujan setia menyertai,
pada hamparan kertas kosong itu.
Dengan kertas, pena berhasil kumadu, nalar kukangkangi,
puisi-puisi siap ditelanjangi

19 Desember 2024

***

Sepetak Hikayat

Termaktub pada runcing pisau guillotine
hierarki berhala-berhala berhantu,
meraja atas lapang dimensi perut
tak hingga kita merongga sekat

Bertahun tak bertuah, sikut jahat tak bertuhan
telak gigi rahang beradu

Berlangsung abad berlalu,
kemelut waktu serupa tali rajutan pecut
senandung sabda api baginda tuan bertajuk

20 Januari 2025

***

Transparansi Malam Bening

Terjaga dengan bulan terikat
transparansi malam bening

Sekantong mata tuk bercermin
berbingkis hening desir angin

Berjaga bintang di langit
separuh hati, separau kening

Kujaga slalu sebagian aku
sepayah mati, sepayau hening

27 Januari 2025

***

Mawar Berduri

Lahan sempit menopang nihil waktu
lengking suara jam berdenting ulang
umur terbangun separuh kantuk
mimpi dalam tidur setengah mabuk

Mawar mekar dengan batang berduri
pada lapang spektrum hari berlari
terbentur, terbentur lantas terbentuk
kian mendongak, kian diterpa angin terangguk

25 Januari 2025

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top