
Nada Masa Lalu
seperti minggu lalu
aku menyusun nada
yang kuusahakan
agar persis
seperti keresahanmu
saat mendekat
dengan masa lalu
boleh kunyanyikan
untukmu?
Widrata, 2025
***
Aku Inginkan
aku inginkan
setiap hariku
adalah upaya
mempererat silaturahmi
dengan angin
yang akan menerbangkanku
menuju langit
dan setiap istirahat
ialah bintang
yang mempersilakanku
singgah dan duduk
menikmati kilaunya
ialah bulan
yang membukakan
pintu rumahnya
membiarkanku berbaring
dan meleburkan kantuk
di saat lelah mengusik
kedamaian tubuhku
lalu kembali terbang
bersama harapan
yang setia mengisi
ruang di kepala
Widrata, 2025
***
Muara Rindu
tahukah engkau
jika malamku
tak lagi sanggup
menahan derasnya
harapan
yang kupenjara
sejak pertemuan
sepuluh tahun lalu?
bagaimana jika
kupinjam
telapak tanganmu
agar saat
dinding ingatan
tak lagi mampu
bertahan
aku bisa mengusapnya
tepat pada muara rindu?
Widrata, 2025
***
Pintu Namamu
sekian tahun lalu
adakah waktu yang sengaja
kupinjam
untuk mengenang namamu
yang diam-diam
kusematkan
agar dapat saling temu?
dan jika bukan dengan temu
bagaimana rindu akan terbalas
sebab, tak sedetik pun
tenang bersila dalam ingatan
ia berjalan, mengetuk
menuntunku
membuka kembali pintu
yang kian tertuju padamu
Widrata, 2026
***
Eka Widrata lahir di Temanggung, Jawa Tengah pada Agustus 1996. Alumnus mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini bekerja sebagai pengajar Bahasa Indonesia di SMP Hamong Putera Ngaglik, Sleman.Sapa saja lewat Instagram: @arif_edooo.




