
Kini Aku
Kini aku seperti debur ombak
yang fasih melafalkan bahasa cinta
lawat cantikmu dalam memadang
kehidupan.
Kini aku seperti biru laut
yang jernih menerjemah cinta
lewat senyummu dalam memelihara
kebahagian.
Kini aku seperti nelayan
yang utuh mengukur luas cinta
lewat kasihmu dalam memperoleh
kesempurnaan.
Yogyakarta, 2025
***
Rapsodi Cinta
Telah kuamati masa depan di wajahmu
segala yang tampak menjelma kebun mawar
betapa cinta begitu kuasa menampung keindahan
dengan ingatan yang jauh dari rasa sendih.
Sesungguhnya menanggung kasihmu
adalah cara bagiku menunjukkan kesetian,
sebab mencintai ciptaan-Nya sama seperti
mencintai Tuhan dengan utuh.
Barangkali keindahan dalam dirimu
memuat seluruh semesta yang harus kujumpai
dan memastikan bahwa surga dan seisinya
tak lebih baik dari pada dirimu.
Yogyakarta, 2025
***
Semenjak Aku Merayakan Sepi
Semenjak aku merayakan sepi
semakin utuh bayanganmu membimbing
ingatanku melipat kesedihan.
Dan bintang mengheningkan cipta
aku belajar menyebut namamu dengan khidmat
sebagai ikhtiar dalam doa doaku.
Seandainya Tuhan berada di hadapanku
akan kubacakan puisi yang memuja seluruh
kesempurnaanmu.
Maka dengan begitu kesunyian
akan selalu terhubung dalam menghidupkan
bentuk bentuk cinta.
Yogyakarta, 2025
***
Mencintai adalah Bagian dari Ibadah
seandainya tuhan tak wujud
padammulah aku bersujud
—Darus Armedian
Aku menerjemah wajahmu pada bulan
tepat ketika hening mengusir sisa sisa keraguan.
Di sini aku ingin mengatakan kepadamu
“cinta adalah kehidupan yang harus kita pandang
sebagai masa depan dalam menentukan takdir”
Setelah hening kuhabiskan merenung
aku paham Tuhan menciptakan keindahan
lawat senyummu agar hidupku menemukan makna.
Dan aku tak ingin namamu disebut orang lain
selain diriku yang adalah cukup fasih
memanjatkan dalam sepasang doa.
Maka mencintai adalah bagian dari kewajiban
yang kupastikan tuhan akan senantiasa
melihat cinta kau dan aku sebagai keutuhan ibadah.
Yogyakarta, 2025
***
Mata Taresna
Dalam mataku, cinta menjelma cahaya
seluruh yang berbentuk keindahan
akan semakin terasa ketika wajahmu
mencapai ketenangan batin.
bahkan wajahmu
yang diliputi kembang surga pelan pelan
mengajariku cara meniti kehidupan.
Yogyakarta, 2025
***
Farhan Sagara. Lahir di Sumenep, Bulan Mei 2003. Ia adalah Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa disapa melalui Instagram @af.sagara.




