Menantang Rasi Bintang: Perlawanan Sunyi Wong Kalahan

Bagaimana jika kekalahan bukanlah akhir dari semuanya, melainkan titik awal untuk belajar bersyukur dan berani melawan nasib? Di tengah hidup yang sering kali menghadirkan kesedihan dan keterbatasan, lagu “Menantang Rasi Bintang” karya FSTVLST hadir sebagai seruan bagi wong kalahan untuk mereka yang sering jatuh, namun memilih untuk tidak menyerah. 

Saya pernah merasakan kekalahan yang benar benar membuat saya terpuruk. Kekalahan tersebut bukan soal bola, Mobile Legends, atau taruhan. Namun tentang saya yang tak kuat menghadapi keseharian saya. Kalau kata orang-orang disebut wong kalahan—karena kerap jatuh oleh ekspektasi dan realita kehidupan yang ada. 

Makna lagu ini tak lepas dari seruan untuk semangat. Namun tak seperti lagu semangat lain yang sering kalian dengar, FSTVLST menyajikan lagu semangat melalui balutan musik yang sederhana. Lagu ini dibangun tanpa riff gitar berat, ketukan drum cepat, bahkan suara yang bising. 

Setelah meresapi lagu ini, saya yakin bahwa ini bukan sekedar lagu, tapi ini adalah obat. Sebab setiap lirik yang dituliskan mampu mewakili perasaan kalah saya, serta menyerukan untuk tidak jatuh secepatnya. Ketika kalian cermati lirik  lagu ini sangat unik, karena ia menyuruh kita untuk bangkit dan melawan takdir. 

Dengan kekuatan magisnya Farid Stevy—vokalis FSTVLST—mampu menahkodai perasaan Wong Kalahan agar kembali bangkit dengan cara yang sederhana. Kesederhanaan itu dimulai dari langkah kecil yang kadang tak kita sadari. Cara yang beliau maksudkan ialah:

Tak Pasrah Dengan Takdir

Seruan untuk tak pasrah dengan takdir tergambar pada bait pertama lagu ini. Pada lirik dibawah ini, kita akan diserukan untuk menantang takdir. Kebanyakan dari kita akan pasrah dengannya dan tidak menyadari kemampuan kita.

“Menantang rasi bintang
Membalik garis tangan
Menarikan cerita
Menuliskan lagi puisi
Yang mulai kehilangan rimanya”

Dari seutas lirik itu, kita sudah bisa melihat bahwa lagu ini secara terang mengajak kita untuk bangkit. Bangkit dan kuat lagi tanpa percaya akan zodiak, ramalan tarot, serta kisah klasik dari orang terdahulu. Terkadang, ada masanya untuk melihat hidup kita melalui perspektif diri sendiri. Kita bebas memilih cara untuk berekspresi, mengolah hidup dan cara merencanakan niat sebaik mungkin. 

Takdir memang cerita yang sudah digariskan, namun kita memiliki kebijakan juga untuk mengikatnya. Kerap kali juga saya berusaha melawan takdir dengan keputusan yang saya buat. Alasannya karena saya yakin, Tuhan memberikan akal dan pikiran untuk berkreasi. Jadi menurut saya bukanlah sebuah kesalahan jika saya melawan takdir. Hak bermimpi juga patut kita jalankan, meskipun Tuhan memiliki catatan atas masa depan kita. 

Takdir akan selalu terjadi dan ditemui. Namun kita berhak mengendarai arus yang membawa kita ke sana. Hanya bagaimana caranya kita menyikapinya dengan baik dan sesuai norma. 

Mensyukuri Segala Cobaan

Terkadang saya merasa tak ikhlas, untuk menerima sebuah cobaan yang ada. Hal tersebut terjadi karena saya menganggap cobaan sebagai musuh yang datang tiba-tiba. Dalam beberapa cobaan saya mencoba untuk membuka mata hati saya. Saya menyadari bahwa setiapnya akan ada titik kecil yang bisa saya syukuri.

“Maka sudahilah
Sedihmu yang belum sudah
Segera mulailah
syukurmu yang pasti indah
Berbahagialah
Bahagialah
Sudahilah
Sedihmu yang belum sudah”

Seakan dibawa ke tempat wisata yang saya idam-idamkan, pada bagian ini Farid Stevy sukses menjatuhkan air mata saya. Penggalan inilah yang kerap kali diambil Wong Kalahan menjadi motto hidup mereka. Selain saya, sudah banyak yang bersumpah, melalui bait ini mereka akan hidup lebih baik, mensyukuri apa yang mereka punya, serta menyudahi kesedihan mereka yang tak berbatas.

Memberikan lampu merah terhadap kesedihan adalah sesuatu hal yang harus dilakukan. Kesedihan tak mampu memberikan penyelesaian terhadap masalah yang kita alami. Kesedihan hanya mampu mewadahi penyesalan yang kita pendam. Maka saya sangat setuju jika Farid Stevy memberikan seruan tuk segera bersyukur. 

Banyak orang yang menganggap bahwa bersyukur hanyalah dongeng. Karena itu, menjadikan bersyukur sebagai hal yang tabu. Testimoni langsung dari saya setelah bersyukur. Saya merasa dalam batiniah, kesegaran jiwa seseorang dapat diisi melalui bersyukur. Tak peduli akan nilai, bersyukur bisa dimulai dengan menikmati kehidupan kita.

Setiap alunan nada yang ada dalam lagu tersebut, seakan membawa saya menuju harapan baru. Aransemen yang halus dan penuh penekanan menjadikan saya pulih perlahan. Seiring lagu berjalan, saya juga merasakan kehangatan dari lagu ini. Hal tersebut tercipta karena vocal dari Farid Stevy terdengar seperti nasihat bapak di sore hari dengan secangkir kopi panas. 

Mulai sekarang, syukurilah setiap langkah yang telah kita jalani. Ingatlah kembali hal-hal yang sudah membuat kita kuat dan kokoh hingga saat ini. Jangan pernah takut berani. Apakah kamu percaya takdir tak bisa dibalik, beranikah untuk menantangnya? Hong!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top