Republik yang Lupa Kontrak Sosial

Para pemikir besar seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau sejak abad ke-17 dan 18 telah mengingatkan, negara lahir bukan untuk menguasai rakyat, melainkan sebagai hasil kesepakatan bersama, alias kontrak sosial — di mana warga menyerahkan sebagian kebebasannya kepada negara dengan syarat negara wajib melindungi hak-hak alami, menjamin kesejahteraan, serta menjaga keadilan bagi seluruh anggota masyarakat.

Read More »

Dajjal adalah Kita

Pada berbagai ajaran, sosok ini kerap digambarkan sebagai penghancur yang akan datang pada akhir zaman. Sosok ini menjadi simbol kehancuran umat manusia secara spiritual. Apabila sosok ini hadir, akan terdapat kesesatan di seluruh penjuru. Sialnya, kita tidak menyadari bahkan bisa saja mengikuti tabiat kejamnya itu. Dia membawa kepalsuan yang terbungkus keindahan yang ternyata juga palsu. Tetapi, lagi-lagi kita bisa saja tertipu olehnya. Makhluk itu bernama Dajjal.

Read More »

Zakat: Membersihkan Diri Melalui Refleksi Sosial

Di hamparan semesta yang kian bising oleh deru ambisi, manusia seringkali terjebak dalam labirin kepemilikan yang semu. Kita berlomba menimbun materi, memagari diri dengan angka-angka di atas kertas, seolah kemapanan adalah benteng kokoh yang takkan pernah runtuh oleh waktu. Namun, di balik kemilau harta yang kita genggam erat, ada sebuah getaran halus yang kerap terabaikan—sebuah kerinduan jiwa akan makna yang lebih dalam dari sekadar konsumsi.

Read More »

Tan Malaka dan Kita: Menuju Perubahan Cemerlang

Di tengah arus informasi dan berbagai tantangan zaman, nama Tan Malaka kembali banyak dibicarakan, terutama oleh generasi muda. Mengapa pemikiran seorang revolusioner yang gugur pada 1949 masih relevan bagi kita hari ini?

Read More »

Perjalanan Zainal Mencari Cinta Ilahi

Di lembah hijau yang diselimuti kabut pagi, di mana angin berbisik rahsia kepada daun-daun, hiduplah seorang sufi bernama Zainal. Hatinya bagai cawan kosong yang mendamba air kehidupan.

Read More »
Scroll to Top