
Insomnia
Masih ada tanda tanya yang terselip di hati,
mengapa begini, mengapa begitu.
Ingin rasanya kumatikan pikiranku dengan remote,
namun sayang aku tak tahu di mana tombol off-nya.
Haruskah kuhitung banyaknya domba
yang hendak pulang ke kandang?
Lekas beritahu aku, bagaimana caranya,
agar jam di dindingku tak kian menua.
Mataku masih menyala,
sementara jariku mencipta kata,
pereda bising di kepala.
Kucoba memeluk gulingku,
tarik selimutku,
tapi diriku… tetap enggan dibuai mimpi.
***
Cinta Tak Bertuan
Kau hanyalah cinta tak bertuan –
tak punya nama,
tak punya huma.
Kata-katamu kautelan
bersama air yang kautuang
dari teko kesepian.
Malumu kaututup rapat
saat jendela itu kubuka
di pagi buta.
Aku benci mengakui
bahwa aku pernah lupa
memberimu salam.
Tapi untuk apa?
Aku tahu kau pun
akan menguburnya hidup-hidup.
***
Bayang Hujan
Berpijaklah aku pada tanah basah,
dihujani ribuan rintik yang turun menderas.
Kakiku tahu ke mana kan melanglang buana,
berjalan, jauh diusap tangismu, kelana.
Di sana, harapku kau masih ada,
menanti di balik gemerisik sepi.
Tangan ini coba menggapai bayangmu,
meski tawamu hanya semburat kenangan.
Kau mengajakku duduk bercengkrama,
sementara kepalamu bersandar di pundakku.
Kini, kau dan aku –
berdua berdiam dalam bayang yang sama,
dalam hitam yang tak kunjung pudar.
***
Tapal Batas Hujan
Kukira hujan akan berlalu,
dan petir berhenti berceloteh
di sela awan yang runtuh.
Mataku enggan terpejam –
mungkin kamarku terlalu sempit
untuk menampung jiwa yang resah.
Tubuhku rebah, kepalaku pening;
kucoba mencari tahu,
namun tak satu pun bergeming.
Lalu hadir lengkung merahmu,
mengusap lara di tapal batas
antara ada dan tiada.
***
Gita Hapsari, lahir di Semarang bulan Oktober 1990. Ia merupakan lulusan S1 Sastra Inggris yang kini bermukim di Sokaraja, Banyumas. Ia memiliki minat besar pada dunia menulis puisi, kegiatan mengajar, dan berkebun, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial melalui PKK. Kecintaannya pada sastra ia wujudkan melalui publikasi antologi puisi “Kataku Bukan Katanya”, yang menjadi rekam perjalanan kreatifnya dalam merangkai kata. Selain berkarya, Gita juga membagikan aktivitas dan inspirasinya melalui media sosial, di antaranya Instagram @gita_cilukbaa dan Facebook Gita Cilukbaa.




