Menelusuri Dua Dunia dalam Folklor Pancuran Pitu

Di kabupaten Banyumas, tepatnya di kawasan Baturaden, terdapat tempat wisata alam yang terkenal bernama Pancuran Pitu. Dalam laman Pariwisata Jawa Tengah dijelaskan bahwa Pancuran Pitu adalah sumber air panas yang berasal dari Gunung Slamet. Sumber air panas ini bersuhu 70 – 90ºC dan mengandung belerang serta beberapa unsur mineral lain. Oleh karena itu, Pancuran Pitu banyak dikunjungi orang-orang dengan tujuan menyembuhkan penyakit kulitnya. Orang-orang biasanya juga berkunjung hanya untuk berwisata atau sekadar menikmati alam yang ada di sana karena memiliki pemandangan yang indah. 

Di Pancuran Pitu terdapat sebuah folklor yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat di sekitarnya. Folklor adalah bagian dari warisan budaya tak benda yang merepresentasikan nilai-nilai, norma, dan cara pandang suatu masyarakat. Folklor dibagi menjadi tiga yaitu folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan adalah bentuk folklor yang diwariskan secara verbal dari generasi ke generasi. Folklor lisan dapat berupa berbagai cerita, mitos, legenda, peribahasa, pantun, dan lagu-lagu tradisional yang disampaikan melalui lisan tanpa menggunakan media tulisan. Folklor sebagian lisan adalah folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan, misalkan takhayul, permainan rakyat, tari rakyat, adat-istiadat, pesta rakyat, dan lain-lain. Sedangkan, folklor bukan lisan adalah folklor yang bentuknya bukan lisan, meskipun cara pembuatannya diajarkan secara lisan, misalkan arsitektur, kerajinan tangan, pakaian dan perhiasan, makanan dan minuman, serta obat-obatan tradisional.

Folklor yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat di sekitar Pancuran Pitu adalah folklor lisan, yaitu cerita asal usul Pancuran Pitu. Menurut masyarakat setempat, Pancuran Pitu ditemukan oleh seorang wali penyebar agama Islam bernama Syekh Maulana Maghribi. Syekh Maulana Maghribi mengidap penyakit kulit yang tidak dapat sembuh. Ia mendapatkan ilham untuk mengikuti cahaya ke arah timur hingga menemukan sumber air panas yang diberi nama Pancuran Pitu. Penamaan Pancuran Pitu memiliki dua arti. Ada yang mengatakan bahwa ‘Pitu’ berarti pitulungan atau pertolongan, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Pancuran Pitu berarti tujuh pertolongan karena sumber air panas tersebut memiliki pitu atau tujuh pancuran. Setelah Syekh Maulana Maghribi berendam di Pancuran Pitu, penyakit kulit yang dideritanya sembuh. 

Cerita mengenai Syekh Maulana Maghribi dalam asal usul Pancuran Pitu menggambarkan dua dunia yang berlawanan, yaitu penyakit dan kesembuhan. Penyakit merujuk pada kondisi Syekh Maulana Maghribi yang mengalami penyakit kulit yang sulit disembuhkan. Sedangkan, kesembuhan merujuk pada kesembuhan yang terjadi pada Syekh Maulana Maghribi atas penyakit kulitnya yang sembuh setelah berendam di sumber air panas Pancuran Pitu. Dalam cerita ini, masyarakat diajarkan untuk menjaga alam karena alam memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia, seperti menyembuhkan penyakit.

Hal menarik lainnya mengenai dua dunia yang berlawanan dalam cerita ini adalah air panas dan air biasa. Air panas merujuk pada air yang berada di Pancuran Pitu yang menjadi sumber kesembuhan Syekh Maulana Maghribi. Sedangkan, air biasa merujuk pada air yang berada di wilayah sekitar Pancuran Pitu. Air itu tidak berpengaruh apapun terhadap kesembuhan Syekh Maulana Maghribi atas penyakit kulitnya. Perbedaan suhu air tersebut dianggap sebagai keajaiban alam dan bukti bahwa kekuatan alam tidak selalu dapat dijelaskan dengan logika. Namun, manfaat air panas untuk menyembuhkan penyakit bisa dijelaskan secara logika, hal itu karena dalam air tersebut mengandung belerang dan beberapa mineral yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Selain menggambarkan perbedaan yang dapat dirasakan secara langsung, dua dunia dalam cerita ini juga mencerminkan dua pandangan masyarakat, yaitu antara mitos dan logika. Bagi masyarakat yang mempercayai mitos akan berpandangan bahwa sumber air panas tersebut dapat menyembuhkan penyakit karena berkaitan dengan cerita seorang wali yang sembuh setelah berendam di sumber air panas tersebut. Sedangkan, bagi masyarakat yang berpikir secara logis akan percaya bahwa sumber air panas tersebut dapat menyembuhkan penyakit kulit karena air panas tersebut mengandung belerang dan unsur-unsur mineral lain yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Perbedaan antara mitos dan logika ini menunjukkan bahwa dunia mitos dan logika dapat berjalan bersamaan tanpa menghilangkan salah satunya.

Dua dunia lain yang berlawanan dalam Pancuran Pitu adalah tempat wisata dan tempat sakral. Beberapa masyarakat menjadikan Pancuran Pitu sebagai tempat wisata. Biasanya wisatawan datang untuk menikmati sumber air panas atau pemandangan alamnya. Tetapi, beberapa masyarakat lainnya menjadikan Pancuran Pitu sebagai tempat sakral. Beberapa masyarakat sekitar menjadikan Pancuran Pitu sebagai tempat untuk berdoa, karena mereka mempercayai bahwa Pancuran Pitu menjadi tempat singgah wali. Jadi, dari segi penggunaannya Pancuran Pitu memiliki dua fungsi, yaitu tempat wisata dan tempat sakral.

Dari cerita yang berkembang di masyarakat, Pancuran Pitu mengajarkan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam. Air panas yang dipercaya menyembuhkan dapat menjadi tanda bahwa manusia harus menjaga dan menghormati alam, karena manusia dan alam saling berhubungan. Selain itu, Pancuran Pitu juga menunjukkan bahwa nilai spiritual dan wisata dapat berjalan bersama selama alam tersebut tetap dijaga kebersihan dan saling menghormati antara masyarakat satu dengan lainnya.

Cerita mengenai asal usul Pancuran Pitu bukan hanya cerita turun temurun, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga alam dan menghargai budaya lokal. Dua dunia yang muncul dalam cerita ini, yaitu penyakit dan kesembuhan, air panas dan air biasa, serta tempat wisata dan tempat sakral menunjukkan bahwa kehidupan selalu saling melengkapi. Dengan memahami cerita ini, kita bisa belajar untuk menghargai alam dan sejarah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top