
Dalam suatu pengajiannya, almarhum K.H. Thoifur Mawardi pernah memberikan tips menarik tentang bagaimana seseorang bisa menemui Rasulullah saw dalam tidurnya. Dengan kata lain, bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw. Sebagian orang, mengklaim bahwa ulama asal Purworejo ini terkenal dengan salah seorang ulama yang ahli bermimpi bertemu Rasulullah saw. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa beliau acap dimintai oleh gurunya, As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Almaliki Alhasani (ketika hendak bepergian ke luar negeri) untuk menanyakan ‘restu’ kepada Rasulullah saw tentang bepergiannya.
Kita sebagai orang awam mungkin mendengar hal semacam itu akan merasa janggal dan sangat ganjil. Bagaimana tidak? Bisa-bisanya seseorang dengan begitu mudahnya bermimpi nabi dan lebih-lebih menanyakan perihal persoalan personal. Mungkin bagi mereka yang tingkatan ketakwaanya memang sudah tinggi dan sampai ke taraf tertentu, bukanlah hal yang mustahil untuk menemui rasul dalam tidur.
Semoga saja dalam sisa hidup kita, bisa bermimpi bertemu nabi meski hanya sekali. Untuk itu, barangkali kita perlu mencontoh bagaimana sosok K.H. Thoifur Mawardi mampu dengan mudahnya bersua Rasulullah saw dalam mimpinya. Formula seperti apa yang dipakai oleh beliau?
Sebelum itu, alangkah baiknya kita sedikit mengulik sosok K.H. Thoifur Mawardi. Beliau lahir pada 8 Agustus 1955 dan wafat pada 19 Agustus 2025 dengan usia 70 tahun. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kedungsari, Purworejo, Jawa Tengah. Bernama lengkap K.H. Muhammad Thoifur Mawardi bin K.H. Mawardi. Guru-guru beliau di antaranya: K.H. Abdul Hamid (Kajoran-Magelang), K.H. Ma’shum (Lasem), K.H. Baidlawi (Lasem), dan As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Almaliki Alhasani (Makkah-Arab Saudi).
“Saya suka baca hadis dan tafsir, karena supaya tahu kesehariannya Rasulullah saw.” – K.H. Thoifur Mawardi
Pada kesempatan ngajinya, beliau semacam sedang membongkar cara-cara supaya bisa bermimpi bertemu Rasulullah saw. Kurang lebih berikut ini ungkapan beliau yang jika dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia:
“Saya suka baca hadis dan tafsir, karena supaya tahu kesehariannya Rasulullah saw. Kalian ingin bermimpi bertemu Rasulullah ya harus tahu kesehariannya beliau. Bisa membayangkan kesehariannya Rasulullah terlebih dahulu. Kalau hanya membaca salawat tanpa mengetahui kesehariannya beliau ya kesulitan. Dengan kita membaca hadis sudah tentu banyak membaca salawat. Qoola Rasulullah… saw Qoola Rasulullah… saw” Tutur beiau dengan gaya bicaranya yang lemah lembut alias soft spoken.
Dengan begitu, secara hematnya, untuk bisa bermimpi bertemu Rasulluah saw tak lain Adalah dengan cara memahami sepenuhnya sejarah beliau, kesehariaan beliau, tingkah laku beliau, perangai beliau, dan karakteristik beliau. Dengan jalan ini seseorang akan membayangkan Rasulullah saw. Hingga pada titik seseorang tersebut bisa merasakan rindu untuk bertemu beliau. Bagi K.H. Thoifur Mawardi, membaca hadis dan tafsir adalah jalan ninja untuk bisa segera ngimpi Rasulullah saw.
“Coba kamu sekarang tidak minum air selama sehari penuh, dari pagi hingga malam, nanti akan mimpi apa? Ya mimpinya bertemu sungai. Sebab dari pagi tidak minum dan haus kepingin minum. Rindu air. Nah, kamu ingin mimpi bertemu Nabi, ya konsentrasinya harus tertuju kepada beliau. Jangan sebatas membaca salawat, namun hati dan pikirannya tidak tertuju kepada beliau. Banyak dari kita, membaca salawat, tapi pikiran kita ke mana-mana.” Tambah K.H. Thoifur Mawardi dengan dialek santunnya dan penuh kasih sayang.
Dari sini kita dapati bahwa seyogyanya dalam membaca salawat tidak hanya berhenti di mulut melainkan harus sampai di hati. Dengan membaca salawat yang benar-benar sampai ke hati, setidaknya seseorang turut mencoba menghadirkan Rasulullah saw dalam hatinya dan juga selalu mengingat-ingat ajaran dan tuntunan-tuntunan dari beliau.
Rachmat Sumpeno. Setelah lulus kuliah tahun 2024 dan pernah menjadi guru madrasah, kini Ia bekerja apa saja. Sambil bersih-bersih mushola.




