
Nasib Rakyat
Nasib bangsa terjajah
Berjuang dengan susah payah
Air mata membasahi pipi
Hujan badai membasahi bumi
Anak-anak menangis
Mengais makanan yang dirampas
Perempuan diperbudak
Laki-laki bekerja seraya disiksa
Serakahnya penjajah
Menginjakkan kaki di tanah Nusantara
Dirampaslah semua harta
Demi kejahatan dan kesenangan semata
Tak ada pakaian, tak ada makanan
Kepanasan, kedinginan, dan kelaparan
Tak ada asupan dan minuman
Teganya mereka mengenyangkan perutnya yang mapan
Hartanya, keluarganya
Hilang lenyap di tangan penjajah
Dibegal, dibuang, ditembak
Meratapi keadaan yang tak kunjung menuai kebebasan
Purwokerto, 1 Agustus 2025
Delapan Puluh Tahun
Sudah delapan puluh tahun
Katanya, ini merdeka
Dari penjajah negara
Yang mengusik kehidupan rakyatnya
Aku masih mencerna
Di mana makna merdeka yang dimaksud
Seolah tak ada perbedaan
Penjajah negara dan penjajah moral bangsa
Delapan puluh tahun berlalu
Kebijakan baru dan penguasa baru
Huru hara politik yang tak ada ujung
Mewarnai kehidupan rakyat dengan peluh tak terbendung
Penjajah pergi, saatnya membangun negeri
Semangatnya menyala, cita-cita bangsa direncana
Menyiapkan generasi baru
Melestarikan perjuangan yang lalu
Pendidikan, kesehatan, kebudayaan
Pariwisata, ekonomi, dan lapangan pekerjaan
Janjinya perlahan ditunaikan
Dengan dalih mensejahterakan
Delapan puluh tahun merdeka
Perubahan mewarrnai bangsa
Satu persatu keharuman mulai tercium
Untuk Indonesia yang adil dan makmur
Purwokerto, 14 Agustus 2025
Sorak Gembira
Bumi pertiwi selalu memancarkan keindahan
Lautan daratan dan semua alam membawa kehangatan
Daunnya rimbun alam berembun
Membuat hati semakin tertegun
Burung berkicauan dengan gembira
Semilir angin bertiup kencang
Teriakan semangat mewarnai semesta
Mengalahkan segala rintangan yang mengguncang
Lagu-lagu diciptakan dan berdendang
Bernyanyi bersorak bergembira
Senyuman yang mengukir dengan tenang
Mendambakan suasana permai nan damai
Susah payah tak lagi menjadi penghalang
Merayakan kemerdakaan dengan senang
Menikmati kedamaian dengan persatuan
Mengabadikan setiap momen dengan kehangatan
Merdeka! merdeka! merdeka!
Terdengar di berbagai penjuru wilayah
Menjadi tanda suka cita bangsa
Serta harapan dan doa rakyat jelata
Kemerdekaan ini anugerah
Dari Tuhan yang maha pemurah
Perjuangan usir penjajah
Berkorban nyawa dan juga darah
Bukan hanya merdeka dari penjajah
Tapi juga merdeka dalam keadilan
Merdeka dalam kesejahteraan
Dan nyata-nyata merdeka tanpa penderitaan
Purwokerto, 17 Agustus 2025

Isna Akhirotun Nisa, nama lengkap yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Hobinya nyeni melalui diksi dan mencari info ngopi untuk membangunkan imajinasi serta memberikan amunisi kepada jiwa yang ditinggal pergi. Berdomisili di Purwokerto Timur, Banyumas. Bisa dihubungi melalui Ig @isnaakhirotun.





Merdeka!!