
Menyaksikan “Resep Bahagia” Dibedah
Sebagian penulis mungkin ada yang gelisah, resah, dan cemas atau bahkan takut ketika tulisan-tulisannya dibedah secara mendalam dan terperinci melalui teori-teori kepenulisan yang dakik-dakik itu.

Sebagian penulis mungkin ada yang gelisah, resah, dan cemas atau bahkan takut ketika tulisan-tulisannya dibedah secara mendalam dan terperinci melalui teori-teori kepenulisan yang dakik-dakik itu.

Memang setiap penulis pastinya memiliki perjuangannya masing-masing. Tapi untuk yang satu ini, tak ada salahnya, jika kita bersama-sama barang sejenak, angkat topi tinggi-tinggi untuknya. Hormat, King!

MEMELUKMU DALAM PUISI Sepulang dari menabung pundi-pundi kenanganTanganku tiba-tiba serupa anak panah yang baru saja lepas dari busurnyaBeradu dengan waktuBergulat dengan ingatan Ingatan selamanya tak sesempurnapena, kata, dan puisiSekalipun demikian, puisi masih tak cukup piawaiMemindai rasa yang meletup-letup di dada Tapi harus bagaimana lagi?Untuk saat iniHanya ini yang bisa kusiasatiMemelukmu dalam puisi Purbalingga, Februari 2025 KISAH BUNGA DAN KUPU-KUPU Kau serupa kupu-kupu cantikYang piawai mengepakkan sayapnyaYang lihai menari meski angin hampir sekencang badai Entah sengaja atau tidakPada sela-sela terbang liarmuAku seumpama bunga kecil yang telah kauserap sarinyaMekar utuh seketikaTapi habis-kikis

Berhati-hatilah dengan cinta. Kalau kata J.S. Khairen “Cinta datang begitu cepat. Namun pergi terlalu lambat.” Yang tersisa dari cinta yang tak terbalas adalah kenangannya.

Ia juga mendoakan semoga khususnya BIL Fest 2025 bisa memberi dampak positif yang sanagt signifikan di Banyumas