
Paradoks Pembangunan Berkelanjutan
Kita sering disuguhi istilah “pembangunan berkelanjutan” di podium-podium megah, dalam dokumen kebijakan, bahkan dalam doa-doa para pemimpin negeri. Tapi benarkah arah pembangunan kita selama ini sungguh-sungguh berkelanjutan? Atau jangan-jangan, istilah itu hanya menjadi selimut harum untuk menutupi luka menganga akibat kerakusan sistem? Di balik jargon yang mulia, terdapat tangan-tangan kotor kapitalisme yang tak henti mencabik bumi. Mereka bicara soal “keberlanjutan”, tapi yang tumbuh subur justru proyek-proyek yang melanggengkan ketimpangan dan memperparah kerusakan lingkungan. Kapitalisme, dengan wataknya yang haus pertumbuhan, kerap tampil sebagai penumpang gelap dalam proyek pembangunan berkelanjutan. Mereka membangun


