Kasur dan Puisi Lainnya

Memeluk Rapuhmu

Aku punya dua tangan
yang siap menerima segala
sakit dan luka yang kau derita
sedih dan perih yang kau rasai

aku punya dua tangan
yang akan terbuka lebar
menanti kau hadir menghampiri
merebahkan segala letih

dan kepada kepalamu yang penuh
hatimu yang runtuh
dan jiwa yang berpeluh
kedua tangan ini akan
menghimpunnya dalam satu
dekapan hingga kembali
melihat bibirmu tersenyum
lagi.

2026

***

Hari ini

Hari rabu, hujan tidak jadi datang
hari kamis, angin berembus kencang
hari jumat, pohon-pohon tumbang
hari sabtu, jalan-jalan berlubang
hari minggu, detik-detik terbuang
hari senin, mengeja lalu lalang
hari selasa, memenuhi semua ruang

kita menitipkan kemarin kepada esok
kita menyiapkan esok pada hari ini
kita menjalani hari ini dengan
segala kalkulasi

; menghitung dan diperhitungkan.

2026

***

Seperti Jalan di Ujung Lorong itu

gelap. hanya sedikit cahaya
melintas kadang-kadang. sempit
mau bergerak entah dari mana.
pengap. tembok-tembok memagari
aku.

di sebuah lorong sunyi
yang membuatku merasa ngeri

di ujung sana, kau hadir
membawa lilin yang mencahayai
jalanku.

2026

***

Kembali Berbincang

Kita kembali berbincang
tentang sejumlah memori
yang begitu terasa nostalgia

kau menidurkan mimpi
pun aku yang telah lama
bangun dari tidur

barangkali lelap memang
menarik kita terlalu jauh
menelantarkan tubuh yang
ringsek dikayuh zaman

dengan sejumlah keluhan kesehatan
kita akan lanjutkan berbincang
di teras rumah yang tenang.

2026

***

Kasur

Kasur adalah
tempat paling syahdu
untuk segala mimpi
yang kita ramu

dan esok
biarlah hadir
seperti biasa
dengan segala hectic
dan keruhnya kota.

2026

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top