
Di era digital ini, drama korea telah menjadi fenomena global yang paling populer di kalangan remaja dari berbagai belahan dunia. Drama korea mencapai popularitasnya sebagai salah satu tontonan paling favorit. Dengan cerita yang menarik dan karakter tokoh yang inspiratif, drama korea tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan motivasi pengajaran bagi penontonnya.
Salah satu aspek penting yang sering digambarkan adalah kisah dari perjuangan dan kesuksesan karakter dalam mencapai tujuan mereka, baik dalam bidang akademis maupun professional. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah drama korea mempengaruhi siswa untuk memilih jurusan kuliah? Dalam esai ini saya akan membahas beberapa drama korea yang bisa mempengaruhi siswa dalam menentukan jurusan kuliah.
Pertama, Descendants of The Sun
Dalam drama korea ‘Descendants of the sun’ yang dibintangi oleh Song Joong-ki sebagai kapten Yoo Si-Jin dan Song Hye-Kyo sebagai dokter Kang Mo-yeon, sangat populer di kalangan remaja. Drama ini tidak hanya menyajikan kisah cinta yang romantis antara kapten Yo Si-Jin dan Dokter Song Hye-Kyo, tetapi juga menggambarkan perjuangan para tentara dan tenaga kesehatan dalam menjalankan misi kemanusiaan di negara uruk yang dilanda konflik. Hal ini disebabkan karena karakter tokoh yang digambarkan sangat keren, berwibawa, dan penuh dedikasi, sehingga banyak remaja yang berlomba-lomba untuk masuk ke dunia kedokteran maupun militer.
Drama ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media dalam membentuk minat, cita-cita, dan pandangan terhadap masa depan mereka. Hal ini, menyebabkan kondisi remaja saat ini mudah terdistraksi oleh apapun yang mereka tonton. Banyak dari mereka sembarangan milih jurusan karena terpengaruh oleh tren dan tokoh idola dalam sebuah drama, bukan berdasarkan minat dan kemampuan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan resiko salah jurusan pada remaja semakin meningkat, karena keputusan yang dibuat seringkali tidak melalui pertimbangan terlebih dahulu.
Namun, disisi lain banyak pula remaja yang tetap tekun dan konsisten dalam memilih jurusan yang memang sesuai dengan passion dan minat mereka. Mereka mampu membedakan antara hiburan dan kenyataan, serta tetap fokus pada tujuan yang ingin mereka capai.
Kedua, Law School
Drama Law School merupakan salah satu drama korea yang paling favorit dan booming di era 2021. Drama ini menceritakan perjalanan para mahasiswa hukum yang harus memahami berbagai kasus nyata yang rumit dan penuh tantangan. Di setiap episodenya, Law School menekankan kemampuan untuk berpikir logis, menyusun argument yang kuat, menganalisis bukti secara kritis, serta memecahkan kasus dengan ketelitian yang tinggi.
Drama ini juga menampilkan berbagai profesi dalam dunia hukum, seperti jaksa, pengacara, polisi, hingga mahasiswa yang sedang menapaki proses panjang dalam pendidikannya. Melalui beragam tokoh ini, penonton dapat memahami bahwa jurusan hukum tidak hanya mengarah pada satu pekerjaan saja, yaitu pengacara, tetapi juga membuka peluang karir lain yang sama pentingnya.
Selain itu, drama ini sangat realistis, terutama saat menggambarkan tekanan akademik, persaingan antarmahasiswa, dilema moral, serta resiko besar yang dihadapi ketika menangani kasus. Penyajian tersebut menyadarkan penonton bahwa memilih jurusan hukum bukanlah sembarangan agar terlihat ‘keren’, melainkan membutuhkan komitmen dan ketahanan mental untuk menghadapi tantangan di dalamnya.
Selain itu, karakter-karakter dalam drama Law School, seperti Kang Sol A dan Han Joon Hwi, dapat dijadikan motivasi dan penyemangat belajar bagi penonton. Karena, keduanya digambarkan sebagai mahasiswa yang gigih, tekun, dan tidak mudah menyerah meskipun harus menghadapi berbagai tantangan akademik maupun persoalan pribadi. Sikap kerja keras mereka menjadikan contoh bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kecerdasan, tetapi bisa ditentukan oleh konsisten dan usaha yang berkelanjutan.
Bagi anak muda yang sedang mencari arah atau semangat belajar, perjalanan Kang Sol A dan Han Joon Hwi dapat dijadikan sebagai inspirasi. Selain menawarkan hiburan, Law School berfungsi sebagai media edukasi untuk memperkenalkan dasar-dasar hukum dengan cara yang sederhana dan mudah di pahami. Dengan begitu, penonton terutama remaja dapat mempertimbangkan secara lebih matang sebelum memilih jurusan kuliah, karena drama ini memberikan gambaran awal mengenai dunia hukum dan tuntutannya.
Ketiga, Big Man (Engineering Busines)
Big Man merupakan salah satu drama korea paling booming di era 2014. Drama ini mengisahkan seorang pria Bernama Kim Ji-Hyuk, sosok yang sederhana kemudian hidupnya berubah drastis ketika ia terseret ke dalam konflik perusahan konglomerat yang berbasis teknologi. Perusahaan tersebut memanfaatkan Ji-Hyuk untuk kepentingan pribadi, sehingga ia harus menghadapi berbagai intrik, manipulasi, dan kekuasaan permainan di balik industri teknologi.
Perjalanan Kim Ji-Hyuk dalam drama ini tidak hanya penuh ketegangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana dunia bisnis dan teknologi dapat membawa seseorang dalam tantangan dan ketegangan. Drama ini juga dapat memotivasi siswa untuk bercita-cita menjadi seorang engineering, karena sifat tokohnya yang digambarkan cerdas, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan dalam dunia teknologi. Meskipun fokus utama Big Man pada konflik perusahaan.
Beberapa karakter teknis dalam drama tersebut, menunjukkan bagaimana ketekunan, kreativitas, dan berpikir secara strategis sangat dibutuhkan dalam dunia teknologi modern. Melalui penggambaran karakter yang profesional, para penonton terutama siswa bisa mempertimbangkan dan memilih jurusan teknik sebagai jurusan kuliah untuk menentukan masa depan.
Dari ketiga drama korea diatas, masing-masing memiliki sisi positif dan negatif yang berbeda-beda. Menurut saya, tidak ada yang salah apabila seseorang menjadikan drama korea sebagai motivasi awal dalam memilih jurusan kuliah, selama hal itu sesuai dengan keinginan dan passion yang dimiliki.
Drama korea pada dasarnya hanyalah ‘pembuka jalan’ atau gambaran awal yang dapat membantu seseorang mengenal dunia perkuliahan atau profesi tertentu. Keputusan akhir harus didukung oleh minat, kemampuan, dan pertimbangan pribadi yang matang. Dengan demikian, drama hanya berfungsi sebagai inspirasi, sementara jurusan kuliah ditentukan oleh pilihan diri sendiri. Pada akhirnya, apakah kita akan menentukan jurusan berdasarkan tren semata, atau sesuai passion dan tujuan hidup yang ingin dicapai?
Dwi Ayu Agustin merupakan mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Ia dapat dihubungi melalui Instagram @dwiiiaagst_n.





Pingback: Isu AI Bubble Tak Goyahkan Nvidia - nribun.com
wah sangat inspiratif sekali ya mendengar cerita salah satu mahasiswi tsb saya semakin yakin dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan opsi saya dalam memilih jurusan kuliah terimakasih untuk penulis artikel ini…