
Orang-orang sering bertanya kenapa sih pacaran dilarang? Padahal pacarannya tidak melakukan hal-hal yang aneh, masih ada batasannya kok. Kenapa makan babi dilarang? Padahal babi enak. Kenapa harus salat 5 kali dalam sehari? Kenapa harus puasa? Nanti mati loh kalau kelaparan, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan kritis lainnya.
Rule is rule. Love is love. Banyak orang barat yang mengatakan love is love, jadi tidak masalah jika ada yang menganut LGBT. “Cinta tidak salah”, iya memang cinta tidak salah. “Orang selingkuh tidak masalah, karena mereka cinta”. “Cinta itu rahmat, pemberian dari Allah”. Iya betul, cinta adalah rahmat dari Allah. Tapi Allah mempunyai aturan. Allah sudah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk berpasangan. Manusia sering kali membela diri dengan membawa dalil sebagai tameng. Namun ketika dalil itu merugikan diri sendiri, maka mereka akan mencari alasan lain. Tapi jika dalil itu menguntungkan dirinya, maka akan menjadikan dalil menjadi tameng.
Allah tidak mungkin membuat aturan atau larangan yang akan merugikan hamba-Nya.
Larangan itu pasti ada mudarat-nya, serta akan melindungi hamba-Nya dari hal buruk. Namun manusia terkadang sok tahu dahulu, menganggap suatu larangan itu baik-baik saja, tidak berdampak buruk jika dilanggar. Dan menganggap aturan itu ribet, padahal aturan dari Allah itu merupakan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Aturan sebenarnya tidak akan dilakukan secara terpaksa jika kita mencintai yang membuat aturan. Kenapa bisa begitu? Ibaratnya begini, kamu ketika ingin pergi ke suatu tempat yang berbahaya, kemudian kamu meminta izin ke orang tua, atau pasangan kalian. Lalu mereka dengan gampangnya mengizinkan, padahal mereka juga tahu kalau tempat itu berbahaya, maka kamu akan bertanya, kok mereka tidak melarang aku ya? Apa mereka tidak peduli ke aku? Tidak sayang ke aku?. Ketika tidak diatur atau dilarang, kamu akan meminta untuk diatur bukan?. Maka dari itu, Allah memberikan aturan itu sebagai kasih sayang Allah ke hambanya.
Lalu kenapa sih kita harus salat lima kali dalam sehari? Ibaratnya gini, kalau kalian diatur untuk ketemu sama orang yang kalian sayang dalam sehari cuma satu kali, atau sebulan sekali, kalian akan terima tidak? Malah kalian minta diatur sesering mungkin bukan?. Lalu kenapa untuk ketemu sama Allah lima kali dalam sehari, kalian masih males-malesan?. Padahal Allah yang memberi kita hidup, rezeki dan masih banyak nikmat lainnya. Nabi yang sudah ditakdirkan untuk masuk ke surga saja, mereka tetap mau salat. Kenapa begitu? Iyaa sebagai bentuk syukurnya atas nikmat yang telah Allah berikan. Selain itu, beribadah juga bukan karena transaksi, untuk mendapat pahala atau masuk surga, tapi karena kita cinta ke Allah.
Ada sahabat nabi, dulu pernah bertanya, “Ya Rasul, kapan kita akan bertemu Allah?, Rasul menjawab “Ketika malam hari (waktu dahulu itu salat tahajud). Kemudian sahabat rasul menjawab “Lalu kapan lagi? Masa Cuma malam doang? Minta lagi sama Allah sana” Dan itu adalah cikal bakalnya terjadinya peristiwa Isra Miraj. Karena para sahabat Nabi pengin sering bertemu dengan Allah.
Lalu kenapa sih Allah menyuruh kita untuk selalu membaca Al-Qur’an?. Al-Qur’an adalah pedoman hidup untuk umat muslim. Analoginya seperti ini, “Ketika kalian membeli sebuah lemari yang dirakit kalian sendiri, kemudian si pencipta lemari rakit ini tidak memberikan buku petunjuk, maka kalian akan stress bukan? Akan bingung, karena tidak tahu cara menyusun rakitan-rakitan tersebut untuk menjadi lemari yang utuh. Nah, itu sama dengan hidup kalian, jika kalian hidup tanpa pedoman atau Al-Qur’an, maka kalian akan stress. Di dalam Al-Qur’an itu banyak kisah-kisah nabi yang dapat dijadikan pelajaran, serta ada perintah, larangan untuk hamba-Nya. Tentang berdagang, harta waris, menikah, hewan, jin, dll sudah tertulis lengkap di Al-Qur’an. Allah yang menciptakan kalian, pasti Allah sudah mengetahui kapasitas para hamba-Nya. Jadi, aturan ada itu agar kalian tidak stress. Aturan diciptakan oleh Allah agar kalian bahagia.
Selain itu, kita tidak akan merasa terpaksa ketika menjalankan aturan dari Allah, kalau kita sudah sayang ke Allah. Rasulullah saat pertama memperkenalkan islam itu berdakwah tentang tauhid, percaya dan sayang dahulu ke Allah. Baru memberi tahu apa saja aturan-aturan dari Allah. Karena, tujuannya agar umatnya mengerti dahulu untuk apa kita percaya ke Allah.
Sayangnya para orang tua, guru, ustadz dan tokoh masyarakat lainnya yang ada di Indonesia, cara mereka mendidik anak-anak adalah dengan memerintahkan untuk salat, atau menjalankan aturan-aturan-Nya dahulu. Tidak memperkenalkan Allah dahulu. Tidak memberitahu bagaimana caranya mencintai Allah dahulu. Maka dari itu sekarang banyak orang Islam tapi hanya Islam KTP saja. Tidak pada salat, bahkan ada yang salat ketika sedang ada masalah saja, ketika sedang senang tidak ingat Allah lagi. Jujur saya sangat kecewa melihat fenomena ini. Mereka lebih mementingkan dunia daripada Allah.
Anggraeni Kartika, lahir di Cilacap, pada bulan September 2004. Tinggal di Gentasari, Kec. Kroya, Kab. Cilacap. Sekarang menempun Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP UMP. Perempuan yang punya hobi joging dan membaca buku-buku self improvement ini aktif di komunitas Magiswar. Bisa di sapa melalui Ig: @angkasaaa__9




