
Tepat satu bulan pasca menggaungkan kemerdekaan, Palang Merah Indonesia turut merayakan hari jadinya yang ke 80 tahun. Berawal dari perintah Presiden Soekarno pada tanggal 3 September 1945 melalui menteri kesahatan saat itu, dr. Boentaran Martoatmodjo untuk membentuk perhimpunan nasional palang merah. Atas perintah presiden, pada tanggal 5 September 1945 terbentuklah panitia lima yang diketuai langsung oleh M. Mochtar guna merumuskan pembentukan perhimpunan nasional palang merah yaitu “Palang Merah Indonesia.” Tepat pada tanggal 17 september 1945 lahirlah Palang Merah Indonesia dan diketuai langsung oleh Moch. Hatta yang sekaligus menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia kala itu.
Perjuangan Palang Merah Indonesia untuk berkembang didukung oleh pemerintahan dalam negeri maupun luar negeri. Mengingat pentingnya peran perhimpunan palang merah di setiap negara dalam membantu penanganan medis di lapangan bahkan saat masa peperangan. Dalam sejarah palang merah dunia, penanganan medis di lapangan dan peperangan sangatlah minim, baik dari segi fasilitas, perlindungan, bahkan kesadaran akan menolong orang lain. Pada saat perang solferino terjadi, tempat pengobatan dan perawatan korban perang dipusatkan di sebuah gereja dekat desa Solferino karena minimnya rumah sakit dan tempat yang aman untuk korban perang saat itu (berdasarkan buku sejarah palang merah internasional yang aku baca berulang kali). Mereka bahu membahu menolong para korban dan merawatnya dengan perlengkapan seadanya. Singkat cerita, dari peristiwa itulah Jean Henry Dunant mempunyai gagasan untuk mendirikan perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia dan terwujud pada tahun 1863 dengan mendirikan Komite Internasional Palang Merah. Pada tahun itu pula, mulai lahir berbagai perhimpunan-perhimpunan nasional di beberapa negara. Dari gagasan Jean Henry Dunant dalam mendirikan perhimpunan palang merah, ia dijuluki sebagai bapak palang merah dunia.
Delapan puluh tahun Palang Merah Indonesia berdiri, berdedikasi untuk negeri. Dalam perjalananya Palang Merah Indonesia kemudian bergabung dalam Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Meskipun sebelumnya Indonesia sudah dikenal memiliki perhimpunan palang merah nasional di kancah dunia, lahirnya Palang Merah Indonesia patut digaungkan. Indonesia memilih lambang palang merah di atas dasar putih sebagai tanda pengenal perhimpunan palang merah. Tak hanya pengesahan lambang palang merah, pada awal Palang Merah Indonesia terbentuk, Indonesia membentuk Pasukan Penolong Pertama (Mobile Colone) oleh cabang-cabang palang merah di seluruh indonesia. Berbagai kesulitan dan hambatan menyelimuti pergerakan Palang Merah Indonesia kala itu. Kurangnya pendanaan serta terbatasnya perlengkapan dan sumber daya manusia membuat gerak langkah Palang Merah Indonesia sedikit terhambat. Namun, dengan adanya relawan yang bahu membahu dan bersedia bergabung dalam Palang Merah Indonesia membuat kesulitan yang ada sedikit-sedikit mulai teratasi. Indonesia juga mulai menyusun rancangan undang-undang dan berbagai peraturan pemerintah untuk mengatur tata kerja Palang Merah Indonesia termasuk dalam hal perlindungan relawan.

Dalam ingatanku, enam tahun berkecimpung di dunia Palang Merah Remaja membawaku banyak belajar tentang palang merah, baik sejarah, cerita, maupun tokoh-tokoh yang berperan dalam pembentukaan palang merah nasional dan internasional. Palang merah remaja juga mengenalkanku pada berbagai hal yang sama sekali tidak aku minati, obat-obatan, rumah sakit dan seragam medis yang hampir aku temui setiap hari. Kasus serius hingga misterius, turut aku temui pula selama menjadi Palang Merah Remaja. Tak hanya itu, berbagai perlombaan dan event relawan turut mewarnai perjalananku selama menjadi Palang Merah Remaja. Sejak duduk di bangku tsanawiyah sampai aliyah, hiruk-piruk sekolahku selalu diwarnai dengan kalimat, ‘mba, ada yang pingsan’, ‘mba ada yang jatuh dan butuh ditandu’. Tak jarang pula aku menjumpai rengekan teman-teman sekolahku dengan kalimat, ‘mba, ada yang kesurupan, tolong bantu disembuhkan ya’. Aku tak menyangka, dengan niat mulia bergabung di dunia palang merah mampu membawaku menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain. Tak banyak orang tahu, kesulitan dan lelahnya menjadi relawan terbayarkan ketika setiap orang bisa tersenyum dan terbantu dengan uluran tangan kecil ini.
Delapan puluh tahun Palang Merah Indonesia (PMI) berkiprah. Hiruk-piruk dunia ke-palangmerah-an dan ke-relawan-an dijalani dengan ketulusan sepenuh hati. Tanpa memandang ras dan suku bangsa, agama dan budaya, laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun orang tua, semua dilayani dengan menjalankan 7 prinsip gerakan: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan menjadi dasar bagi setiap negara untuk melaksanakan kegiatan ke-palangmerah-an. Selaras dengan tema hari ulang tahun PMI ke 80 tahun ini, tebarkan kebaikan tak hanya menjadi slogan, namun menjadi bukti dan aksi nyata bagi seluruh relawan Palang Merah Indonesia untuk mengabdikan dirinya kepada umat manusia. Bukan perjalanan yang mudah bagi relawan untuk berjalan dan terus melangkah di tengah carut marutnya konflik, bahayanya bencana, bahkan kehilangan nyawa dan hanya terkenangnya nama. Semangat dan perjuangan mereka tak pernah padam meski matahari terbenam, fisiknya kuat meskipun hatinya tumbang, senyumnya tertoreh bahagia melihat sesamanya sehat dan selamat. Tak mengharap imbalan, mengutamakan kemanusiaan, Palang Merah Indonesia mengupayakan keselamatan bagi umat manusia. Semoga panjang umur perjuangan, ketulusannya membawa kebahagiaan dan negara menjamin perlindungan. Selamat Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia, Siamo tutti frateli!

Isna Akhirotun Nisa, nama lengkap yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Hobinya nyeni melalui diksi dan mencari info ngopi untuk membangunkan imajinasi serta memberikan amunisi kepada jiwa yang ditinggal pergi. Berdomisili di Purwokerto Timur, Banyumas. Bisa dihubungi melalui Ig @isnaakhirotun.





Pingback: Contoh Agenda Menyambut Tahun Baru 2026 - nribun.com