Benang Merah Literasi

Alfuwisdom Publishing and Book Store

Yang kudatangi dan yang datang kepadaku—itulah bagian dari perjalanan ini. Silih berganti, ada yang kita hampiri, ada pula yang menghampiri kita. Begitulah hidup. Lika-liku yang terus berjalan, tak pernah benar-benar berhenti.

Pengalaman membuka lapak bersama para penggerak literasi, bersama mereka yang ingin tumbuh di jalan yang sama—itulah pelajaran hidup yang tak ternilai. Karena di situ, aku belajar. Belajar bahwa toko buku bukan sekadar tempat menjual tumpukan kertas, bukan sekadar lembar-lembar yang dijilid rapi dan diberi harga.

Toko buku, bagi kami, adalah ruang pertemuan ide. Tempat gagasan saling bertukar, pemikiran saling menyilang. Di sanalah tumbuh rasa, asa, dan cita yang disatukan oleh benang merah bernama literasi kehidupan.

Perlu kita ingat, bangsa ini berdiri bukan oleh mereka yang asing terhadap literasi. Justru bangsa ini dibentuk oleh para pelaku literasi itu sendiri—mereka yang membaca, menulis, berpikir, dan bertindak demi masa depan yang tercerahkan.

Dan Banyumas Literasi Festival 2025 ini, buat kami, adalah upaya menyambung benang merah itu. Benang merah literasi yang dulu pernah dijalankan para pendiri bangsa, kini kami coba teruskan—meski dengan cara yang sederhana.

Kembali, dalam momentum ini, aku menjumpai orang-orang hebat. Mereka yang datang padaku dan yang kudatangi: penuh semangat, penuh gagasan. Dari isu pendidikan, sosial, lingkungan, keagamaan—bahkan sampai melampaui semua itu—mereka hadir untuk berdialog, berdiskusi, dan berbagi keresahan yang sama.

Kami sungguh merasa terhormat. Terutama oleh kehadiran para pemuda, para mahasiswa, para aktivis. Mereka datang ke lapak kami bukan sekadar membeli buku, tapi juga menyalakan diskusi. Mereka bertanya, ingin tahu: bagaimana literasi bisa bergerak, bagaimana ia membangun peradaban.

Dan kepada mereka yang kuhampiri: terima kasih. Terima kasih telah berbagi ilmu, berbagi pandangan, berbagi etos belajar. Meski banyak perbedaan yang kutemui, namun semua itu menjelma menjadi rajutan pemahaman. Kita belajar berdiri di atas kehormatan masing-masing.

Terima kasih, BILFEST 2025. Terima kasih @bil.fest—telah memberi ruang, memberi waktu, dan memberi jejaring untuk terus berdialog. Menyambung benang merah yang tak boleh putus: benang merah literasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top