Melahap Rasa dan Puisi Lainnya

Melahap Rasa

Jika ada ayat-ayat pendosa,
itulah aku
Dilayangkannya kalimat-kalimat berduri,
Tidakkah bisa ditolelir itu?
Dini hari ini
Sajak-sajak yang tertulis di kepala yang tak punya rasa
Bak tubuh berselimut asap
Tak pandang bulu, ia masuk
Pada sela-sela empati yang mati

Hingar bingar perkotaan
Menelan jiwa-jiwa kesepian
Menjadikannya hewan-hewan
Mengiris sisa-sisa ketenangan
Menjadi bayang semu jalanan tanpa lampu
Beradaptasi,
pada tanah gersang yang siap membara
Sampai ia lupa
Tak ada lagi korek di sakunya

***

Sajak Tak Bermakna

Paradoks diametral yang menguliti kita, hidup-hidup
Yang terus dicari
Yang terus menjadi saksi
Terbungkus pada lirik-lirik kosong elegi dini hari

Menapak pada tanah dan pikiran dangkal
Jika digali, nihil hanya bebatuan
Terjerumus pada riuhnya terka
Menutup rapat celah kegagalan, tanpa aksi
“Hello Freakie, Enjoy your Latte”

***

Melapuk dan Hilang

Aku menulis
Tentang beberapa lembar yang tidak bisa dirobek walau perlahan
Gema nada dini hari yang terus-terus berulang
Mengalihkannya dari harum yang memaksa masuk

Kita yang bersumbu pada pudar
Melekat menjadikan bebatuan yang kokoh
Lalu melapuk lagi, untaian pasir
Saling jauh, berjauhan
Hilang, lupa terbawa angin
dan engkau kian abadi di pesisir

***

Sebuah Judul Tidak Diperlukan

Kepala ingin kuletakkan di meja, biar sepi mengunyahnya pelan-pelan.
Hidup hari ini bercatatan minus,
Dicoret titik demi titik yang kian menajam seiring goresannya.
Ingin tidur,
Tapi bahkan tidur pun enggan menyentuhku.
Yang tersisa hanya lelah yang menggigil.

Berjalan dengan tubuh utuh,
Tapi rasanya separuh dari diri sudah tertinggal, jauh, jatuh
Di jalanan yang kedua kakinya dirantai dengan pasung,
Sukar untuk menapak.
Pulang tanpa arah,
“Ah, akankah kutinggalkan kepala ini di trotoar,
Biar saja diinjak orang asing yang bahkan tak acuh akan siapa pemiliknya.”

Kalau dunia ini panggung,
Akulah penonton yang tiketnya dipalsukan. Berdiri di luar gedung,
Berdenging tawa dari balik dinding,
Dan tiap kali pintu diketuk, seakan semesta menutupnya,
Lebih rapat.

***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top