
Buku, Bukan Sekadar Benda: Ketika Pemuda Pemudi Membaca Masa Depan
Di sebuah sudut waktu yang tak pernah masuk headline, sekelompok pemuda dan pemudi berkumpul. Bukan untuk mendeklarasikan ambisi politik, bukan pula merancang start-up dengan valuasi khayalan. Mereka hanya menyiapkan buku. Ya, buku. Benda yang tak lagi dianggap seksi di zaman scroll tanpa henti ini. Mereka adalah panitia Banyumas International Literacy Festival (BILFest). Usianya muda, pikirannya merdeka, dan semangatnya bukan berasal dari undangan kekuasaan, tapi dari panggilan kesadaran. Mereka tahu, membicarakan literasi hari ini terdengar seperti nostalgia. Tapi mereka memilih bertahan, bukan karena tren, tapi karena waras. Mereka tidak sedang memburu

