Distrik K dari Masa ke Masa

Tahun 1995 di Wilayah Tundra yang sedang terobsesi restorasi besar, pemimpinnya Tuan Mamot memulai agresi terliarnya. Salah satu distrik di wilayahnya, sebut saja Distrik K, di mana pemimpinnya adalah penetapan pusat bukan putra daerah, bernama Bajul mulai dititahkan tentang program. Distrik K adalah kawasan gambut yang dianggap sebagai lahan tidur, Tuan Mamot meminta persetujuan Bajul agar dikembangkan program lumbung pangan.

Read More »

Mahasiswa Baru: Kemana Kalian Melangkah?

Pertama masuk perkuliahan dengan suasana kampus yang pastinya terasa asing, dan yang paling membingungkan adalah deretan poster pendaftaran organisasi di setiap media. Dari pagi hingga sore, kakak-kakak senior dengan penuh semangat menawarkan brosur, membujuk, bahkan “mengancam” secara halus agar Anda bergabung. “Nanti adek rugi loh, kalau enggak ikut organisasi abang,” kata senior luknut itu. “Ini wadah pengembangan diri, dek!”

Read More »

Sebuah Kisah tentang Senja di Dada Jakarta

Seperti halnya senja di banyak daratan Khatulistiwa. Senja di dada Jakarta juga berperan sebagai gradasi peralihan waktu dari siang yang perak menuju legam malam sehitam aspal. Senja yang tak hanya menghamparkan warna sore dari langit urban yang ngindie. Kilap warna-warnanya kemerahan, menawarkan nuansa plegmatis sekaligus melankolia dari sebuah kota dari dunia ke tiga.

Read More »

Menjadi Berdaya dari Hal Sederhana

Pemberdayaan masyarakat sering kali terdengar seperti istilah besar penuh harapan, terlihat mulia, dan seolah membutuhkan langkah-langkah besar untuk mewujudkannya. Banyak orang membayangkan pemberdayaan sebagai program bantuan berskala besar, dana yang melimpah, atau intervensi dari pihak luar yang datang membawa solusi.

Read More »

Kesuh Karo Serayu

Wacanan Sedurunge: Betah Neng Kuburan Wacanan Sedurunge: Mung Ana Siji Ana CERITA kepaten Edi Romadhon lan kanca Teater Gethek kuwe diawali kanti anane lelungan bereng-bereng nganggo bus gedhe, nyanggupi undangan tanggapan pentas neng Jogja. Sedawane laju bus neng pinggir kali Serayu Kawasan Rawalo Banyumas, seisi bus pada ngrasani menawa Kali Serayu siki buthek letrek. Mbangkane anane jeneng serayu kuwe ya nalika mulabukane ana tuk banyu Serayu neng Dieng Banjarnegara bening klening. Mulane diarani Kali Serayu. Karoto boso Sera, kuwe Sira (sampayena banyu) yu kuwe ayu (super bening). Gemiyen nalika jaman

Read More »

Dua Pasang Bahu Penyangga Mimpi

Orang tua kami bukanlah sepasang pengusaha sukses yang namanya kerap disebut dalam koran-koran bisnis. Beliau berdua bukanlah pewaris takhta dari dinasti keluarga kaya raya, dan jauh sekali dari lingkaran kaum miliarder yang bergelimang kemewahan materi. Bapak dan ibu hanyalah sepasang jiwa bersahaja, manusia biasa yang memilih untuk mengabdikan seluruh hidup mereka demi merajut masa depan anak-anaknya.

Read More »

Membaca TEMPO 1989: “Jejak Guru Cilongok yang Ngojek”

Ternyata akar permasalahan 37 tahun yang lalu, belum selesai. Majalah TEMPO No 24 Edisi 12 Agustus 1989 dalam “Kolom Pendidikan”, menulis tentang dua orang guru. Kolom itu berjudul “Antara Martabat dan Ngojek”. Guru itu adalah Ichwanto dan Mujib. Guru di SMP Muhammadiyah 11 Cilongok yang menyambi ngojek pangkalan.

Read More »
Scroll to Top