Begini Cara Mencuri Waktu ala Buku ‘Make Time’

Kamu pernah lihat manusia yang super hebat, cerdas dan super produktif? Terus kamu berpikir bagaimana cara orang tersebut menggunakan waktunya untuk menghasilkan sesuatu yang menurutmu sangat super sekali bagi manusia biasa. Padahal seseorang itu mempunyai waktu yang sama dengan kita, dia punya 24 jam waktu dalam sehari begitupula dengan waktu yang kita punya. Tapi mengapa kelihatannya dia lebih superior dalam segala hal dibandingkan dengan kita?

Nah, inilah yang dinamakan mencuri waktu. Banyak manusia punya waktu yang sama tapi tidak pintar dalam mencuri waktu. Mereka lebih sering mengikuti waktu dan aturannya. Misal, ketika hari Minggu, manusia merasa bahwa hari tersebut adalah waktu untuk bersantai. Tapi bagi manusia lain yang kamu lihat superior tadi, belum tentu hari Minggu adalah hari libur untuknya. Kalau waktumu biasanya dihabiskan untuk men-scroll media sosial, sedangkan mereka cenderung lebih lihai dalam “mencuri waktu” daripada “mengikuti alur waktu” yang disepakati banyak orang. Mereka mencoba mencari zona nyaman yang lain ketimbang menetap di zona nyaman yang sudah ada.

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa kepayahan selalu bersamaan dengan kesuksesan dan pencapaian hebat lainnya. Kalau kamu ingin menjadi juara dalam lomba, artinya kamu harus merelakan waktu senang-senangmu untuk digantikan dengan waktu kepayahanmu guna meraih kemenangan tersebut, seperti mengatur strategi, memperdalam ilmu tentang lomba yang sedang kamu ikuti, mengadakan riset mendalam terhadap sainganmu dengan tujuan agar kamu dapat memenangkan lomba tersebut. Seperti halnya penghafal Al-Qur’an, kalau kamu lewatkan sehari dengan menyia-nyiakan waktu tanpa muroja’ah, kamu akan kehilangan potensi untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an yang mutqin (kuat hafalannya).

Lantas bagaimana caranya mencuri waktu? Dalam buku “Make Time” karya Jake Knapp dan John Zeratsky, pendiri Google Ventures dan pencipta metode Sprint, dijelaskan bahwa manusia hanya membutuhkan 4 hal untuk mencuri waktu agar mereka lebih fokus dan berkembang dari waktu ke waktu, tidak stagnan dan ada perubahan yang bisa dirasakan. Apa 4 hal tersebut? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Pertama, Highlight. Tentukan satu pekerjaan utama yang akan kamu kerjakan di hari itu. Tentukan mana kegiatan yang primer, sekunder, dan tersier dari sekian banyak kegiatan yang akan kamu lakukan. Highlight ini berguna untuk memaksimalkan potensi output kegiatan yang akan kamu jalankan, sehingga kesibukan yang kamu lakukan hanya berputar pada highlight yang sudah kamu tentukan.

Kedua, Laser. Hilangkan gangguan dan kegiatan yang bukan merupakan highlight kamu dalam satu hari tersebut, tujuannya agar kamu dapat fokus mengerjakan highlight yang sudah kamu tentukan.

Ketiga, Energize. Menjaga energi dalam satu hari seperti dengan tidur yang cukup, olahraga teratur, makan yang baik dan bergizi atau bahkan menjaga pengeluaran energi dari kegiatan yang tidak bermanfaat seperti begadang atau bercanda terkait hal yang tidak terlalu penting.

Keempat, Reflect. Bagaimana kita merefleksikan hal-hal yang sudah kita lakukan dalam satu hari. Dengan melakukan refleksi, kita dapat mengetahui bagaimana cara agar kita dapat mencuri waktu dengan lebih baik ke depannya.

Ingat, 4 hal di atas adalah cara untuk mencuri waktu. Bukan menjadi manusia yang produktif secara teratur. Ini adalah langkah bagaimana kita bangun dari kebiasaan buruk yang merusak diri kita di tiap waktu. Dalam bukunya juga, dijelaskan bahwa 4 langkah ini bisa saja tidak cocok bagi sebagian orang. Sebagaimana buku self improvement pada umumnya, tiap tips yang diajarkan belum tentu cocok untuk setiap manusia. Tapi dengan tips ini kamu dapat mencoba untuk mengatasi kebiasaan buruk yang barangkali tips ini cocok untuk kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top