
Catatan Pembacaan Nyi Sadikem: Tentang Trauma, Identitas, dan Citra Perempuan Kekinian
Saya ingat betul pesan seorang driver ojek online saat diantar dari stasiun Pasar Senen ke Gelora Bung Karno (GBK). Sambil mengendarai motor dengan kecepatan lumayan kencang, ia bilang pada saya, “Jakarta keras, Neng. Dunia di luar sana bahaya.” Saat itu, saya hanya mengangguk, tetapi beberapa tahun berlalu sejak kejadian itu, saya justru ingin menambahkan satu pernyataan sang driver ojek online: di dalam rumah pun berbahaya bagi perempuan—bahkan perempuan amat banyak mengalami kekerasan dalam lingkup privat, yaitu di dalam rumahnya sendiri.


