Catatan Pembacaan Nyi Sadikem: Tentang Trauma, Identitas, dan Citra Perempuan Kekinian

Saya ingat betul pesan seorang driver ojek online saat diantar dari stasiun Pasar Senen ke Gelora Bung Karno (GBK). Sambil mengendarai motor dengan kecepatan lumayan kencang, ia bilang pada saya, “Jakarta keras, Neng. Dunia di luar sana bahaya.” Saat itu, saya hanya mengangguk, tetapi beberapa tahun berlalu sejak kejadian itu, saya justru ingin menambahkan satu pernyataan sang driver ojek online: di dalam rumah pun berbahaya bagi perempuan—bahkan perempuan amat banyak mengalami kekerasan dalam lingkup privat, yaitu di dalam rumahnya sendiri.

Read More »

Transformasi Drupadi: dari Mahabharata ke Fiksi Seno Gumira Ajidarma

Kajian sastra modern kerap menempatkan karya sastra sebagai entitas yang tidak berdiri sendiri. Karya sastra selalu lahir dalam jejaring sejarah, budaya, dan teks-teks lain yang telah lebih dulu ada. Sebuah teks sastra memiliki hubungan kesejarahan dengan karya-karya baik yang muncul sezaman, sebelum, maupun sesudahnya.

Read More »

Perempuan dalam Karya Sastra: Kecantikan yang Dinarasikan

Kecantikan merupakan konsep yang sejak lama melekat dalam kehidupan manusia dan kerap dilekatkan pada perempuan. Namun, kecantikan tidak pernah bersifat statis. Ia terus berubah dan dikonstruksi ulang sesuai dengan perkembangan zaman, budaya, serta struktur sosial yang melingkupinya.

Read More »
Scroll to Top