Satu Langkah Kecil, Satu Pengalaman Besar: Kesan Pertamaku di BIL Fest

Aku bukan tipe anak muda yang punya segudang pengalaman atau keberanian besar seperti banyak orang hebat di luar sana. Awalnya, aku hanya ingin belajar, mencoba hal-hal baru, dan terus berkembang jadi versi diriku yang lebih baik—meski harus dimulai dari langkah kecil.

Salah satu langkah itu adalah bergabung sebagai volunteer di BIL Fest.

Briefing pertama mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Tapi buatku, itu hal besar. Aku harus melawan ketakutanku sendiri—berkendara cukup jauh, sekitar 40 menit dari rumah, ke tempat yang belum familier. Jujur, sepanjang jalan aku sempat bertanya-tanya, “Kenapa sih aku nekat daftar? Emang aku bisa?”

Begitu sampai, suasana semakin bikin gugup. Ruangan besar, penuh orang-orang pintar dengan pengalaman yang rasanya jauh di atas aku. Aku berdiri di tengah-tengah mereka, merasa kecil, canggung, dan insecure. Tapi aku tetap bertahan. Dalam benakku, “kalau nggak mulai sekarang, kapan lagi?”

Aku ditugaskan sebagai divisi akomodasi. Meskipun belum punya pengalaman sebelumnya, penjelasan dari koordinator cukup jelas dan membantuku memahami peran yang harus dijalankan.

Yang membuat segalanya terasa lebih mudah adalah timku—tim akomodasi yang aktif, responsif dan saling bantu. Kami sering mengingatkan satu sama lain untuk istirahat, memberi semangat dan selalu memastikan semua berjalan lancar. Aku senang sekali bisa berada di lingkungan yang suportif seperti itu. Rasanya hangat dan penuh energi positif.

Hari terakhir BIL Fest adalah puncak dari segalanya. Semua orang berkumpul, tertawa, bercanda, dan saling bercerita. Di situ aku mulai merasa benar-benar terhubung. Aku yang tadinya pendiam dan penuh keraguan, akhirnya bisa memperkenalkan diri dengan lebih percaya diri, membangun hubungan baik, dan merasa diterima.

Aku dijaga dengan baik oleh teman-teman dan dibimbing dengan penuh kesabaran. Aku merasa dihargai meski peranku mungkin kecil. Dan jujur, momen-momen itu nggak akan pernah aku lupakan.

Dari BIL Fest, aku belajar bahwa keberanian bukan soal berani tampil di depan. Berani melangkah meski hati gemetar. Aku jadi lebih terbuka, lebih berani untuk ngobrol, bertanya, bahkan sekadar menyapa duluan. Aku belajar menerima perbedaan, belajar menghargai proses orang lain, dan tentunya—belajar untuk nggak meremehkan diriku sendiri.

Aku juga banyak menyerap ilmu dari para tokoh inspiratif selama acara. Rasanya seperti dunia baru yang membuka mata dan hatiku lebih lebar.

Dan yang paling penting, aku jadi makin semangat untuk terus terlibat di kegiatan volunteer lainnya. Karena ternyata, berkontribusi itu bikin bahagia.

Terima kasih BIL Fest atas ruang yang kalian ciptakan. Terima kasih sudah membuka jalan bagi orang-orang seperti aku untuk tumbuh. Terima kasih atas ilmu, pengalaman dan keluarga baru yang aku temui di sini.

Semoga kita bisa bertemu lagi di kesempatan berikutnya. Jangan pernah berhenti jadi rumah untuk siapa pun yang sedang mencari ruang untuk tumbuh dan mengenal diri.

2 komentar untuk “Satu Langkah Kecil, Satu Pengalaman Besar: Kesan Pertamaku di BIL Fest”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top