Satu Langkah Kecil, Satu Pengalaman Besar: Kesan Pertamaku di BIL Fest

Aku bukan tipe anak muda yang punya segudang pengalaman atau keberanian besar seperti banyak orang hebat di luar sana. Awalnya, aku hanya ingin belajar, mencoba hal-hal baru, dan terus berkembang jadi versi diriku yang lebih baik—meski harus dimulai dari langkah kecil. Salah satu langkah itu adalah bergabung sebagai volunteer di BIL Fest. Briefing pertama mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Tapi buatku, itu hal besar. Aku harus melawan ketakutanku sendiri—berkendara cukup jauh, sekitar 40 menit dari rumah, ke tempat yang belum familier. Jujur, sepanjang jalan aku sempat bertanya-tanya, “Kenapa sih

Read More »

Inkubasi Penulis: Renungan dari Hari Pertama Banyumas International Literacy Festival

Pada hari Kamis, 12 Juni 2025. Banyumas International Literacy Festival (BILFest) memulai langkah pertamanya tahun ini, bukan dengan gemuruh panggung atau tepuk tangan panjang, melainkan dengan sebuah sesi hening namun dalam: inkubasi penulis. Tiga narasumber hadir yaitu Iman Santosa ( Direktur Kemenparekraf), Rahmi Wijayanti (CEO Omera Pustaka), dan Heru Kurniawan (Penulis Buku). Masing-masing bukan hanya berbagi pengalaman, tapi permenungan panjang tentang dunia kepenulisan di tengah zaman yang berubah cepat. Iman Santosa memulai pagi itu dengan mengajak peserta menengok ulang ke dalam: “Menulis itu bukan hanya mencipta kata, tapi mencipta nilai

Read More »

Benang Merah Literasi

Yang kudatangi dan yang datang kepadaku—itulah bagian dari perjalanan ini. Silih berganti, ada yang kita hampiri, ada pula yang menghampiri kita. Begitulah hidup. Lika-liku yang terus berjalan, tak pernah benar-benar berhenti. Pengalaman membuka lapak bersama para penggerak literasi, bersama mereka yang ingin tumbuh di jalan yang sama—itulah pelajaran hidup yang tak ternilai. Karena di situ, aku belajar. Belajar bahwa toko buku bukan sekadar tempat menjual tumpukan kertas, bukan sekadar lembar-lembar yang dijilid rapi dan diberi harga. Toko buku, bagi kami, adalah ruang pertemuan ide. Tempat gagasan saling bertukar, pemikiran saling

Read More »

Makna Pembukaan BIL Fest 2025: Bukan untuk Dipuji Tetapi Menghidupkan

Pukul sepuluh pagi itu, langit Purwokerto begitu jernih. Hetero Space, yang biasanya dipenuhi seminar, kelas-kelas kreatif, pagi itu berubah menjadi ruang akustik terbuka. Tanpa panggung tinggi. Tanpa pengeras suara megah. Tapi justru dari kesederhanaan itulah muncul sesuatu yang mendalam: gitar-gitar yang dipetik bersama, oleh puluhan tangan yang tak semuanya profesional, tapi seluruhnya otentik. Di hari Kamis, 12 Juni 2025, di tengah gelaran Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest), Dannar selaku bintang tamu tak banyak berbicara. Ia hanya menyandang gitar, lalu mulai memainkan satu nada dasar. Yang lain menyusul. Dan tiba-tiba,

Read More »
Scroll to Top