Langit yang Terbelah

Lantunan murotal ayat-ayat suci Al-Quran mengalir dari arah corong toa musala pesantren dan menyusup masuk tanpa permisi di telinga. Begitu indah dan menyentuh jiwa bagi hamba-hamba yang jiwanya kosong. Hamba-hamba Allah yang senantiasa merelakan sifat-sifat yang berkenan di hadapan Allah dan rasul-Nya pergi, dan mengisinya dengan tamu-tamu yang saleh, yang selalu mengajaknya untuk berbuat kebaikan kepada siapa pun. Tampak di halaman pesantren para santri sedang menyapu daun-daun mangga yang berserakan. Mereka tampak kompak sekali. Hanya sekali gerakan, halaman berupa tanah dan paving itu langsung bersih. Tangan mereka sangat terlatih menggenggam

Read More »

Gulai Nangka

Membaca status kakakku yang memposting gulai nangka khas Minangkabau, Salivaku naik turun karena kepingin. Sudah lama aku tidak makan dengan gulai nangka. Gulai beraroma rendang yang dicampur dengan potongan daging sapi dan daging buah nangka atau cempedak. Rasanya rada-rada pedas dan nikmat. Kurang lebih sudah delapan tahun aku tidak makan masakan itu.  Dulu, saat awal-awal tinggal di Pekanbaru, aku masih belum mengenal masakan itu. Ia terasa tampak asing di lidahku. Kala itu, salah seorang tetangga yang orang Minang asli memberi ibuku semangkuk gulai asing. Warnanya kehitaman sehingga ia agak menyerupai

Read More »

Semangkuk Bubur Candil

Kursi-kursi bambu itu teronggok seperti tak pernah diduduki. Meja-meja panjang beralas tripleks itu juga terlihat murung. Warung bambu itu tak berbeda nasibnya dengan dua kawannya yang lain, merana, macam warung mangkrak. Padahal pemiliknya telah menghabiskan modal yang banyak. Bahkan satu-satunya gelang yang ia punya telah melayang untuk memodali awal membangun usaha warkop itu.

Read More »
Scroll to Top