
Taman Bunga
Buat Luthfia Hanna
Kita berdansa di tengah kebun bunga. Desau angin menyentuh lembut pipi dan rambutmu
Beberapa helai daun luruh berguguran
Reranting perdu memecah cahaya matahari. Sebelum tiba perjamuan senjakala
Di luar kebun, kehidupan tersusun dari batu dan debu
Hanya ada jerit nyawa, dan parau nasib yang terbaca di garis tangan kita
Di luar kebun bunga, tak kita saksikan lembah, bebukitan salju, sayap merpati, atau sekedar gelegak kehidupan yang murni.
Sebelum matahari lenyap, mari kita saling memeluk. Senantiasa. Selamanya.
2026
***
Kata-Kata
Mengalirlah kata-kata seperti sungai yang terjun dari lereng
Kemudian berjalan ke kota-kota
Sebelum pupus diantara ombak yang purba
Seorang gadis kecil menenun larik madura
Seorang biksu bermadah di patung arca
Kata-kata, mengalirlah dan berakhirlah
Kemaraulah kata-kata,
Bersemilah kemudian setelahnya
2026
***
Sajak Perkawinan
Buat Dwi Hartini
Inilah sajak perkawinan, untukmu
Kehidupan adalah lereng gunung dan ombak yang bergemulung
Adalah musim semi dan kemarau yang silih berganti
Mungkin juga dingin salju, yang menusuk ke hulu
Kita diciptakan dalam ketunggalan.
Untuk kemudian menjalin kebersamaan
Sebuah janji bergetar,
Bahwa akan senantiasa;
Membagi duka, menjahit bahagia, mengusap air mata, merekahkan tawa
Dua jiwa yang berbeda. Memahami irama hidup
Bersama. Selamanya.
2026
***
Pohon-Pohon Tanpa Akar
Di bumi ini, ada pohon-pohon yang tumbuh tanpa akar.
Hanya keberanian yang membuatnya bertahan.
Dari ceracau badai yang menghantam, atau pukul-pukulan angin yang datang.
Bahwa dengan atau tanpa akarnya, ia tetap mampu merengkuh bunga-bunga
2026
***
Duaribuduatiga
Seperti ada api di taman bunga ini
Nyalanya membumihanguskan sekelilingku jadi Othello
Kau di sana, dengan aroma nafas kuning
Aku di sini, dengan degup jantung yang abu-abu
Pada akhirnya, duaribuduatiga
Hanya desir sunyi memeluk erat tubuh ini
2026
***
Hisyam Billya Al-Wajdi. Guru PKn yang pernah jatuh cinta dengan kota Banyumas dan berharap bisa menikmati masa tua di kota tersebut. Namun kini, ia memutuskan akan menghabiskan sisa umur di pelosok negeri, entah Kalimantan atau Sulawesi. Berbagi informasi di intagram @hisyambillyaalwajdi




