
Tuhan Tidak Menandatangani Slip Gaji: Menyulap Ketimpangan Menjadi Takdir
Di ruang-ruang tunggu puskesmas, di sela-sela obrolan warung kopi, di pinggiran trotoar, hingga di kolom komentar media social, sebuah seloroh ironis sering kali keluar dari atas mimbar: “Kita harus sabar, itu takdir Allah, besok akan diganti di akhirat”. Pasti muncul pertanyaan besar di benak kita, “Apakah memang sabar adalah jalan keluar?” “Lalu jika kita tidak mendapatkan hak yang semestinya kita miliki, bagaimana?”
