
Sayang, Dunia Memang Kacau. Untung Saja Silampukau Merilis Stambul Rindu
“Kalau begini, ya… bisa apa kita berdua? Tapi lebih dari itu, terus terang, aku hanya punya kamu. Percayalah,” kata Sekar, perempuan yang hari itu terjebak menemaniku menjalani dunia, ketika bulan tembaga perlahan tenggelam di matanya yang masih menyimpan sisa-sisa remaja.

