
Paradoks Ketegasan: Mengapa Pemimpin Perempuan yang Tegas Justru Dilabeli “Bossy”?
Bayangkan sebuah ruang rapat. Seorang manajer laki-laki memimpin jalannya diskusi dengan suara lantang, memberikan instruksi langsung, dan bernegosiasi dengan sangat agresif. Ia kemungkinan besar akan dipuji sebagai sosok yang berwibawa, kompeten, dan pantas memimpin. Namun, bayangkan jika seorang manajer perempuan menunjukkan perilaku asertif yang sama persis. Alih-alih dipuji, ia kerap kali mendapatkan label negatif: bossy (suka mengatur), terlalu emosional, kasar, atau dianggap sulit diajak bekerja sama.
