
Mengurai Belenggu Interseksionalitas dan Komodifikasi Reproduktif dalam Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Perempuan, dalam bentang sejarah feodalisme Jawa, sering kali diposisikan tidak lebih dari sekadar objek transaksi sosial dan politik yang kehilangan kedaulatan atas tubuhnya sendiri. Melalui novel Gadis Pantai, Pramoedya menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kekuasaan mutlak bangsawan bisa mengubah manusia menjadi barang rongsokan yang kehilangan nama aslinya.
